” Meet Me After Sunset ” Film Percintaan Yang Tak Biasa

12 February 2018PapiBunda

Jumat, 09 February  2018 yang lalu saya dan teman-teman Blogger Crony berkesempatan menghadiri screening film Meet Me After Sunset yang bertempat di CGV Grand Indonesia. Film produksi MNC Picture ini bengenre drama percintaan remaja  yang di tulis manis oleh Haqi Ahmad dan dibuat apik oleh sutradara muda Danial Rifki, yang unik dari film ini adalah meskipun bergenre drama percintaan tetapi adegan di film ini tidak ada yang namanya pegangan tangan, berpelukan, ataupun ciuman. Karena menurut sang sutradara bahwa percintaan tidak harus di aplikasikan dalam bentuk kontak fisik tetapi maknanya lebih dari itu yaitu perhatian dan kasih sayang yang tulus.

Film ini diperankan oleh Maxime Bouttier, Agatha Chelsea, Billy Davidson, Yudha keling, Margin Wieheerm, Ciccio Manassero, Deanda Putri dan ada juga para pemain senior yang ikut meramaikan film ini diantaranya Izur Muchtar, Feby Febiola, Oka sugawa dan Marini Soejosoemarno. Seperti yang disampaikan oleh Danial Rifki Film ini memiliki kesulitan tersendiri antara lain cuaca di lokasi syuting yang sangat dingin, lalu banyak sceane malam hari yang di buat di siang hari dan membuat efek hujan meteor .

Kisah ini berawal saat Vino { Maxime Bouttier ) diajak pindah oleh keluarganya dari Jakarta ke Ciwidey, vino merasa keberatan karena harus pindah kedaerah yang sepi, seiring berjalannya waktu Vino mulai bisa menikmati kepindahannya terlebih setelah Vino melihat sosok perempuan bertudung merah yang muncul setiap senja berjalan melewati perkarangan rumahnya sambil membawa lentera. Gadis { Agatha Chelsea ) adalah sosok yang introfert yang di nilai aneh oleh teman-teman sebayanya, gadis selalu mengurung diri di dalam rumah, ia tidak pernah pergi ke sekolah ataupun bermain dengan teman-teman sebayanya. Gadis hanya keluar rumah ketika senja tiba, ia selalu pergi ke tepi danau dengan membawa lentera dan bermain bersama kunang-kunang.

Dibalik itu ternyata Gadis memiliki seorang teman baik yang bernama Bagas ( Billy Davidson ), Bagas adalah seorang penjaga hutan yang telah bersahabat dengan Gadis sedari kecil dan tanpa disadari ternyata Bagas diam-diam mencintai Gadis. Bagas sangat mengerti Gadis sehingga Gadis merasa nyaman berada di dekat Bagas.

Akankah Vino mendapatkan cinta si Gadis bertudung merah??

Mengapa Gadis hanya keluar rumah jika senja tiba??

Apakah Bagas akan mengungkapkan isi hatinya ke Gadis??

Yukk..dapetin jawabannya di 22 Februari 2018 serentak di Bioskop seluruh Indonesia, Jangan sampai ketinggalan yaa dan jangan lupa siapin tissue 🙂 .

Comments (3)

  • Nurul dwi larasati

    12 February 2018 at 12:55 pm

    Wahh film romantis nggak pake adegan kontak fisik? Seru juga temanya. Edukasinya dapet banget ya..

  • Aan

    12 February 2018 at 1:04 pm

    gadis yang hanya keluar di malam hari? bikin penasaraan

  • Amallia Sarah

    12 February 2018 at 2:51 pm

    Banyak adegan romantis yang bikin. Baper ya ka..

Leave a comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Prev Post Next Post
error: Content is protected !!
%d bloggers like this: