Mari Selamatkan Bumi Yang Sekarat Dengan Melestarikan Hutan

24 February 2019PapiBunda

Apa yang kalian fikiran kalau mendengar kata hutan?? Seram, suatu lahan yang banyak pohonnya, ehhm..pasti beragam pendapatnya ya. Sebenarnya hutan di Indonesia sendiri jumlahnya semakin berkurang setiap tahunnya. Hal ini menyebabkan semakin memburuknya perubahan iklim yang terjadi.

Definisi hutan itu sendiri adalah suatu wilayah dengan pohon dewasa lebih tinggi dari 5 meter dan tutupan kanopi lebih besar dari 30% dengan luasan lebih dari 6,25 ha. Indonesia sendiri memiliki hutan tropis dan hutan hujan yang begitu luas di Kalimantan dan papua. Tetapi banyak dari wilayah hutan yang ada semakin lama semakin berkurang jumlahnya di karenakan banyak lahan hutan yang beralih fungsi.

Banyak penduduk yang menjadikan laha hutan sebagai tempat tinggal, pabrik dan lain sebagainya. Beberapa waktu yang lalu saya bersama-sama teman-teman blogger lainnya berkesempatan datang ke sebuah talkshow yang bertajuk “Forest Talk With Blogger : Menuju Pengelolaan Hutan Lestari” yang bertempat di Almond Zuchini Jakarta Selatan. Acara ini digagas oleh Yayasan Dr.Sjahrir dan The Climate Reality Project Indonesia.

Acara ini di hadiri oleh para narasumber yang berkompeten di bidangnya antara lain DR. Amanda Katili Niode ( Manager Climate Reality Indonesia ), DR. Atiek Widayati ( Tropenbos Indonesia ), Ir. Murni Titi Resdiana, MBA ( Asisten Utusan Khusus Presiden Bidang Pengendalian Perubahan Iklim ), DR. Sri Maryati ( Direktur Eksekutif Yayasan Belantara ) dan talkshow ini di pandu apik oleh Blogger senior Amril Taufik Gobel.

Pembicara yang pertama adalah Ibu DR. Amanda yang menjelaskan tentang perubahan iklim yang sedang terjadi di Dunia. Perubahan iklim terjadi karena ulah manusia yang membuang sampah sembarangan,hutan gundul tanpa konservasi, lahan gambut yang terbakar, dan jutaan gas emisi yang meningkatkan efek rumah kaca. Terkadang kita tidak menyadari apa yang kita perbuat saat ini akan berdampak buat anak cucu kita di masa depan.

Ibu DR. Atiek juga memberikan gambaran tentang bahaya yang di alami hutan di Indonesia akibat Deforestasi ( kehilangan hutan akibat berbagai aktivitas manusia ), Degradasi Hutan ( perusakan atau penurunan kualitas hutan ), dan Konverasi Hutan ( hutan menjadi penggunaan non-hutan seperti pertanian dan perkebunan ).

Sebagai masyarakat awam kita juga bisa mendukung agar deforestasi di Indonesia tidak semakin besar yaitu dengan cara mendukung pelestarian hutan yang ada, mendukung hasil hutan bukan kayu, mendukung ekonomi masyarakat tepi hutan dan mendukung produk/produksi kayu berkelanjutan.

Kemudian ada Ibu Dr. Sri Maryati atau sapaan akrabnya Ibu Titi dari Yayasan Belantara. Yayasan Belantara itu sendiri merupakan salah satu institusi penyalur dana hibah yang bekerja untuk melindungi bentang alam Indonesia dengan mengembangkan program berkelanjutan di area konservasi, reforestaasi dan pengembangan masyarakat berkelanjutan.

Yayasan Belantara memiliki goals yaitu terwujudnya pengelolaan yang berkelanjutan pada 10 area hibah di 5 provinsi oleh seluruh pemangku kepentingan untuk melindungi kawasan konservasi dan habitat satwa liar yang di lindungi dan restorasi hutan dan lahan sambil meningkatkan kesejahteraan masyarakat pada tahun 2021.

Ternyata pohon juga dapat menghasilkan industri kreatif tanpa harus merusak hutan, seperti yang di jelaskan oleh Ibu Murni. Banyak sekali serat – serat yang dapat di gunakan untuk membuat produk yang bernilai jual tinggi seperti pakaian atau dijadikan produk-peoduk fashion lainnya.

Ada beberapa pohon yang dapat kita tanam dan dapat juga mendukung ekonomi kreatif seperti pohon su.ber serat, pohon sumber pewarna alami, pohon bahan kuliner, pohon bahan furniture dan pohon sebagai sumber dagang produk dekorasi.

Mini Exhibition

Selain talkshow diacara kemarin ada juga mini exhibition, ada Rumah Rakuji, Javara Indonesia, dan komunitas cipta handycraf.

Di Rumah Rakuji kita bisa melihat hasil kerajinan serat alami Indonesia yang sudah menjadi produk kreatif seperti tas, baju, kain tenun dan masih banyak lagi. Selain itu semua produk di rumah rakuji memakai pewarna alami.

Selain itu ada Javara Indonesia yang menampilkan produk makanan yang berasal dari alam Indonesia, seperti kopi, mie, minyak goreng, gula aren dan lain-lain. Semua produk javara memiliki packing yang lucu – lucu sehingga banyak menarik perhatian para pembeli mancanegara.

Dan yang terakhir ada Komunitas Cipta Handycraf yang menawarkan berbagai produk kerajinan kayu seperti frame foto, pajangan kayu yang dihasilkan dari limbah kayu, komunitas ini juga berkomitmen menanam kembali bibit pohon dati setiap pohon yang di tebangnya.

Sebenarnya banyak hal yang dapat kita lakukan untuk melestarikan hutan yang ada, mulailah dari diri sebagai wujud kecintaan kita terhadap hutan. Kalau kalian sudah berbuat apa gaes untuk melestarikan hutan yang ada di Indonesia ??

Comments (2)

  • Mporatne

    25 February 2019 at 1:14 am

    Kalau terpikir hutan adalah madu hutan. Kualitas madu hutan tidak diragukan lagi apalagi khasiatnya.

    Hutan kita memang kaya manfaat yang baik untuk manusia dan lingkungan

  • Faridilla Ainun

    8 April 2019 at 8:17 am

    Produk hutan gak hanya kayu ya, banyak yang lain yang bisa dimanfaatkan seperti madu, rotan, dsb

Leave a comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Prev Post Next Post
error: Content is protected !!