Penyebab Dan Gejala Kelahiran Prematur

28 April 2020PapiBunda

Kelahiran prematur adalah kelahiran yang terjadi sebelum minggu ke-37 atau lebih awal dari hari perkiraan lahir. Kondisi ini terjadi ketika kontraksi rahim mengakibatkan terbukanya leher rahim (serviks), sehingga membuat janin memasuki jalan lahir.

Minggu terakhir masa kehamilan merupakan masa yang penting dalam pembentukan tahap akhir berbagai organ vital, termasuk otak dan paru-paru, serta proses peningkatan berat badan janin. Oleh karena itu, bayi yang lahir prematur berisiko mengalami gangguan kesehatan karena kondisi organ tubuh yang belum sempurna, sehingga membutuhkan perawatan intensif.

Penyebab Kelahiran Prematur

Penyebab kelahiran prematur terkadang tidak diketahui, namun pecahnya ketuban lebih awal merupakan salah satu penyebab utama kelahiran prematur. Beberapa faktor yang dapat memicu terjadinya kelahiran prematur, yaitu:

  • Faktor kesehatan ibu, di antaranya:
    • Preeklamsia.
    • Penyakit yang bersifat kronis, seperti penyakit ginjal atau jantung.
    • Penyakit infeksi, seperti infeksi saluran kemih, infeksi cairan ketuban, dan infeksi vagina.
    • Kelainan bentuk rahim.
    • Ketidakmampuan serviks menutup selama masa kehamilan.
    • Stres.
    • Kebiasaan merokok sebelum dan selama masa kehamilan.
    • Penyalahgunaan NAPZA.
    • Pernah mengalami kelahiran prematur sebelumnya.
  • Faktor kehamilan, seperti:
    • Kelainan atau menurunnya fungsi ari-ari.
    • Kelainan posisi ari-ari.
    • Ari-ari yang lepas sebelum waktunya.
    • Terlalu banyak cairan ketuban.
    • Ketuban pecah lebih awal.
  • Faktor yang melibatkan janin, yaitu:
    • Kehamilan kembar.
    • Kelainan darah pada janin.

Gejala Kelahiran Prematur

Gejala kelahiran prematur hampir serupa dengan gejala atau tkamu mau melahirkan. Untuk memastikan gejala tersebut tidak membahayakan ibu hamil dan janin, maka ibu hamil dianjurkan untuk segera berkonsultasi dengan dokter atau berkunjung ke rumah sakit terdekat. Gejalanya sebagai berikut:

  • Nyeri punggung bagian bawah.
  • Kontraksi setiap 10 menit.
  • Kram di perut bagian bawah.
  • Keluar cairan dan lendir dari vagina yang semakin banyak.
  • Perdarahan vagina.
  • Tekanan di bagian panggul dan vagina.
  • Mual, muntah, hingga diare.

Diagnosis Kelahiran Prematur

Sebagai langkah awal menanggapi tkamu-tkamu kelahiran prematur, dokter akan memeriksa riwayat kesehatan ibu hamil, serta memeriksa kondisi fisik ibu hamil dan janin saat ini. Dokter kandungan juga akan melakukan tindakan pemeriksaan dalam vagina untuk memeriksa kondisi serviks dan mendeteksi kemungkinan serviks telah mengalami pembukaan.

Selanjutnya, dokter akan mengukur frekuensi, durasi, dan kekuatan kontraksi dengan menggunakan alat CTG (cardiotocography). Melalui alat ini, dokter juga dapat memantau denyut jantung janin.

Dokter juga akan menganjurkan pasien untuk menjalani pemeriksaan lanjutan, yaitu:

  • USG dari vagina, untuk mengukur panjang serviks dan kondisi rahim.
  • Pemeriksaan lendir serviks, untuk memeriksa protein yang dinamakan fetal fibronectin, yaitu protein yang dilepaskan ketika terjadi infeksi atau gangguan pada jaringan rahim.
  • Tes usap vagina (vaginal swab), untuk memeriksa dan mendeteksi keberadaan bakteri penyebab infeksi, bila dicurigai terdapat infeksi.

Penanganan Kelahiran Prematur

Langkah penanganan terhadap kelahiran prematur ditentukan berdasarkan kondisi kehamilan dan kesehatan pasien secara keseluruhan. Beberapa tindakan penanganan awal terhadap kelahiran prematur, yaitu:

  • Pasien dianjurkan untuk menjalani rawat inap di rumah sakit agar dokter dapat memantau kondisi ibu hamil dan janin dalam kandungan. Dokter atau perawat akan memasang selang infus untuk menyalurkan cairan dan obat.
  • Obat. Beberapa jenis obat yang akan diberikan dokter, meliputi:
    • Obat tokolitik, yaitu jenis obat yang digunakan untuk mengurangi atau menghentikan kontraksi, seperti terbutalin dan isoxsuprine.
    • Kortikosteroid, yaitu obat yang digunakan untuk mempercepat perkembangan organ paru-paru janin.
    • Magnesium sulfat, untuk mengurangi risiko gangguan atau kerusakan pada otak.
    • Antibiotik, jika kelahiran prematur disebabkan oleh infeksi.
  • Prosedur pengikatan leher rahim, yaitu prosedur yang dilakukan dengan menjahit bagian pembukaan serviks. Prosedur ini dilakukan pada ibu hamil dengan kondisi serviks lemah dan berisiko terbuka selama kehamilan.
  • Persalinan. Jika kelahiran prematur tidak dapat ditunda dengan penanganan awal, atau jika janin serta ibu dalam kondisi yang mengancam nyawa, maka proses persalinan akan dimulai. Jika memungkinkan, persalinan dapat dilakukan secara normal. Namun, bayi prematur memiliki risiko yang lebih tinggi untuk sungsang. Jika seperti ini dokter kandungan mungkin menyarankan kepada ibu hamil untuk melahirkan secara operasi Caesar.

Leave a comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Prev Post Next Post
error: Content is protected !!