Tips Memilih Jenis Asuransi Jiwa Terbaik

2 April 2020PapiBunda

Asuransi, istilah ini cukup ramah kita dengar dalam kehidupan sehari-hari. Kemajuan zaman yang disertai kemajuan di bidang pendidikan membuat sebagian orang sadar akan pentingnya asuransi bagi kehidupan mereka. Manfaat asuransi rata-rata menekankan pada keamanan atau perlindungan klien terhadap adanya risiko yang bisa memberi dampak buruk terhadap keuangan.

Tak ayal, perusahaan-perusahaan asuransi berinovasi dalam memasarkan produk-produk terbaru mereka. Beberapa klien terkadang mengeluh karena produk asuransi tidak sesuai yang mereka harapkan.

Kejadian tersebut tidak sepenuhnya kesalahan dari perusahaan asuransi. Bisa jadi klien sendiri tidak mengerti tentang produk asuransi perusahaan tersebut. Ada dua produk asuransi yang umumnya sering ditawarkan. Apa saja itu? Berikut ini penjelasannya.

Asuransi Jiwa dan Asuransi Umum

Di Indonesia terdapat lebih dari 300 perusahaan penyedia asuransi. Penting bagi Anda untuk mengetahui lebih detail tentang produk asuransi yang ditawarkan. Di bawah ini akan dijelaskan mengenai asuransi jiwa dan asuransi umum beserta kelebihan dan kekurangannya.

  1. Asuransi Jiwa

Produk asuransi yang satu ini berfokus pada perlindungan klien atau nasabah. Jika suatu waktu klien meninggal (diakibatkan adanya kecelakaan atau masalah kesehatan), pihak keluarga akan menerima sejumlah biaya yang sesuai dengan skema tanggungan pada awal kesepakatan.

Asuransi jiwa dikelompokkan menjadi tiga, yaitu:

  1. a) Asuransi Seumur Hidup (Whole Life)

Asuransi jiwa ini memberikan perlindungan hingga usia klien mencapai 99 tahun. Keunggulan asuransi ini berada pada nominal tunai yang terus bertambah sekalipun masa pembayaran premi telah usai atau habis.

  1. b) Asuransi Berjangka (Term Life)

Satu-satunya asuransi yang tidak memiliki nominal tunai dan memiliki tenggat waktu tahunan. Kekurangannya, uang premi tidak dapat diambil jika periodenya habis. Selain itu, asuransi berjangka merupakan satu-satunya yang tidak memiliki fitur tabungan dibandingkan tiga jenis asuransi jiwa lainnya.

Meskipun demikian, asuransi berjangka memiliki keunggulan, yaitu:

  • Premi yang Terjangkau
  • Akibat sifat premi yang dapat hangus, harga asuransi ini sangat terjangkau.
  • Nominal Pertanggungan yang Dibayarkan Cukup Besar

Nominal yang dibayarkan asuransi ini hampir menyerupai dengan asuransi jenis lainnya.

  • Masa Proteksinya Bebas dan Bisa Disesuaikan

Tenggat waktu perlindungannya dapat disesuaikan dengan kebutuhan klien. Mulai dari 1-70 tahun. Yang harus diingat saat menentukan tenggat waktu, pertimbangkan proteksi risiko yang diutamakan ketika usia Anda mulai memasuki masa produktif dalam bekerja.

  1. c) Asuransi Dwiguna (Endowment)

Asuransi yang memberi manfaat dalam bentuk pembayaran tunai dalam jangka waktu yang ditetapkan menurut perjanjian yang disepakati. Contohnya, asuransi pendidikan dan asuransi dana pensiun.

  1. Asuransi Umum

Sebenarnya, asuransi umum tidak terlalu berbeda dengan asuransi jiwa. Hanya saja objek yang dilindungi lebih luas, tidak hanya terbatas pada kematian saja. Selain itu, dari segi pembayaran asuransi terhadap klien, dikenakan dalam bentuk uang dan ada pula dalam bentuk penggantian kerugian.

Pada asuransi umum, Anda tidak hanya terbatas pada proteksi kehidupan, tetapi harta atau objek tak hidup juga dapat diasuransikan, semisal kendaraan, bangunan, dan lain-lain. Berdasarkan objeknya, asuransi umum dibedakan menjadi dua:

  1. a) Asuransi Udara dan Laut

Memberi jaminan pertanggungan terhadap risiko kecelakaan yang terjadi di darat dan di laut.

  1. b) Asuransi Non Udara dan Laut

Meliputi asuransi harta benda, asuransi kecelakaan diri, asuransi kesehatan, asuransi kebakaran, asuransi kendaraan, asuransi konstruksi atau bangunan, asuransi tempat tinggal, asuransi bencana alam, dan sebagainya.

Bagi kita yang masih awam mengenai produk asuransi, beberapa tips ini bisa membantu kita dalam memilih asuransi.

  1. Pertimbangkan Besarnya Nilai Tanggungan

Ada langkah sederhana untuk menentukan besarnya uang pertanggungan, yakni melalui life value method dengan cara menghitung penghasilan kita saat ini dikalikan dengan uang yang disiapkan untuk pertanggungan keluarga atau benda yang diasuransikan.

  1. Perhatikan Kemampuan Finansial dalam Melakukan Pembayaran Premi

Kita harus benar-benar yakin bisa melunasi tanggungan premi. Jangan sampai premi tersebut hangus karena kita tidak mampu membayar cicilan tiap bulannya. Tidak perlu menginginkan nominal yang besar. Cukup perhatikan kemampuan finansial kita dan sisihkan dengan cermat. Secara umum, kisaran premi yang baik adalah 10% dari penghasilan  per bulan (boleh lebih besar).

  1. Pahami Syarat dan Ketentuan Perusahaan

Terkadang karena sudah tergiur dengan produk asuransi, kita akan melewatkan instruksi untuk membaca syarat dan ketentuan yang berlaku. Langkah sepele yang fatal jika tidak dilakukan. Pahami secara menyeluruh karena akan berguna suatu waktu bila melakukan komplain terhadap hal yang tidak sesuai atau mengecewakan Anda terkait dengan fitur asuransi. Pastikan perusahaan asuransi yang Anda pilih berlisensi atau berada di bawah pengawasan Otoritas Jasa Keuangan (OJK).

Sesuaikan dengan Kebutuhan dan Kemampuan Keuangan

Mencari asuransi bisa dibilang susah-susah gampang. Banyak hal yang mesti diperhatikan dengan cermat dalam asuransi. Mulai dari produk asuransi, syarat, ketentuan, kelebihan, kekurangan, hingga profil perusahaan asuransi. Ulasan yang diterangkan di atas bisa dijadikan referensi dalam mendapatkan asuransi. Yang paling utama sesuaikan produk asuransi dengan kebutuhan dan kemampuan keuangan agar kita benar-benar merasakan keuntungan sesungguhnya dari asuransi.

Leave a comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Prev Post Next Post
error: Content is protected !!