Categories
Diary, Parenting

Menjadi seorang ibu adalah dambaan setiap wanita, setelah menikah pasti impian berikutnya adalah memiliki keturunan. Yaap.. seperti saya dulu, setelah puas bekerja akhirnya memutuskan untuk menikah. Awalnya sudah bikin kesepakatan dengan suami untuk menunda terlebih dahulu untuk memiliki momongan, karena kami ingin menikmati waktu bersama dulu setelah menikah. Namanya juga manusia hanya bisa berencana, tetapi Tuhan juga yang menentukan, Sebulan setelah menikah saya positif hamil wkwkwk.. alhamdulilah dan nggak nyangka bakal dikasih secepat ini.

Drama sebagai Ibu baru tentu baru saja di mulai, dari mulai hamil sampai dengan melahirkan ternyata semua itu tidak seindah yang dibayangkan tapi menyenangkan dan penuh tantangan. Jadi inget waktu ngurus Abang pas baby born, penuh perjuangan dan banyak dramanya. Yang paling inget banget tuh drama ruam popok, yap Abang sempet mengalami ruam popok dan ini tuh bener-bener bikin aku panik. Karena ruam popok ini tdur abang pun jadi gak nyenyak, tiap malem rewel dan kulitnya memerah di area popok.

Pasti masalah ruam popok ini pernah dialami oleh para Ibu yang memiliki anak yang memakai popok sekali pakai. Dulu tuh panik banget pas Abang ngalamin ruam popok, karena kemerahan di kulitnya cukup banyak dan bikin abang rewel seharian. Sebagai Ibu baru yang masih minim ilmu jujur bingung banget, akhirnya memutuskan untuk stop pakai popok sekali pakai karena takut iritasinya makin parah. Tetapi ternyata ini juga bukan solusi yang baik karena iritasi abang juga belum berkurang.

Bahaya Ruam Popok dan Cara Mengatasinya

Ruam popok adalah iritasi dan peradangan kulit bayi akibat penggunaan popok. Ruam popok ditandai dengan kemerahan pada kulit bayi di daerah pantat, lipat paha dan kelamin.

Ruam popok bisa disebabkan oleh berbagai hal, tetapi umumnya terjadi akibat paparan urine dan tinja yang terkumpul dalam popok. Ruam popok juga dapat terjadi akibat popok terlalu ketat, infeksi bakteri atau penyakit kulit seperti dermatitis seboroik atau dermatitis atopik. Ruam popok ini umumnya tidak terlalu berbahaya, tetapi dapat menimbulkan rasa tidak nyaman  sehingga bayi cenderung mudah rewel dan pada kasus tertentu ruam popok membutuhkan penangan lebih lanjut oleh dokter.

Ruam popok dapat disebabkan oleh beberapa hal berikut :

  • Kontak terlalu lama dengan urine dan tinja di popok sehingga memicu iritasi pada kulit bayi
  • Gesekan, bisa terjadi karena popok terlalu ketat
  • Si kecil memiliki tipe kulit senditif
  • Infeksi bakteri atau jamur , karena kulit tertutup popok terlalu lama sehingga menjadi lembab dan hangat

Gejala utama ruam popok adalah kulit bayi di area pemakaian popok, yaitu bokong, lipatat paha dan sekitar alat kelamin  tampak memerah. Kulit yang mengalami ruam kemerahan ini juga akan terasa hangat dan tampak bengkak.

Selain timbul ruam kemerahan , kulit di area pemakian popok juga bisa bersisik atau mengalami luka lepuh. Dan bayi yang mengalami ruam popok pasti akan rewel saat popoknya diganti.

Sebenarnya ruam popok itu bisa diatasi sendiri tanpa perlu ke dokter. Caranya dengan selalu menjaga popok tetap kering, langsung mengganti popok ketika popok basah atau lembab, memastikan sirkulasi udara di area pemakaian popok baik.

Namun, jika ruam popok tidak kunjung sembuh setelah 2 hari atau justru bertambah parah sebaiknya langsung konsultasi ke dokter. Jika ada gejala lain yang menyertai ruam popok si kecil seperti di bawah ini harus segera di bawa ke dokter ya mom, gejalanya seperti :

  • Demam
  • Ruam berdarah
  • Ruam mengeluarkan cairan

Ruam popok umumnya bisa sembuh tanpa penanganan dari dokter . Dan penangaanan ruam popok yang paling utama adalah menjaga kulit bayi tetap bersih dan kering, serta menjaga sirkulasi udara tetap baik di area pemakaian popok.

Beberapa Langkah yang dapat dilakukan adalah :

  • Sesuaikan ukuran popok dengan ukuran tubuh si kecil, jangan menggunakan popok yang terlalu ketat.
  • Segera ganti popok yang kotor dan ganti popok sesering mungkin
  • Selalu cuci tangan sebelum dan sesudah mengganti popok
  • Bersihkan dengan baik kulit yang sering tertutup popok, terutama saat mengganti popok.
  • Setelah dibasuh, keringkan kulit bayi sebelum memakai popok yang baru
  • Hindari penggunaan bedak bayi pada ruam popok, karena bisa memperparah iritasi kulit.
  • Hindari penggunaan sabun atau tisu basah yang mengandung alcohol serta pewangi karena bahan kimia di dalamnya dapat memicu iritasi dan memperparah ruam

Pemilihan Popok Yang Tepat Untuk Bayi

Pemilihan jenis popok yang tepat untuk mencegah ruam popok menjadi dilemma bagi para ibu, mengingat penyebab ruam popok bermacam-macam. Popok sekali pakai dianggap lebih mampu mencegah ruam popok, hal ini karena popok sekali pakai dapat bekerja lebih baik untuk menjaga kulit bokong agar tetap kering serta mengurangi kontak atnra kulit bayi dengan urine dan tinja.

Ada beberapa hal yang perlu diperhatikan dalam pemilihan popok sehingga dapat mengurangi resiko ruam popok pada bayi. Pertama, pilihan popok dengan daya serap tinggi dan daya tampung yang besar agar kulit bayi tetap kering dan tak mudah lembab. Kedua, pilihlah popok yang berbahan lembut karena kulit bayi masih sangat tipis dan sensitive jika popok yang dipakai berbahan lembut tentu akan mengurangi resiko iritasi. Dan yang ketiga adalah pilih popok yang tipis, popok yang tipis dapat membuat bayi nyaman saat bergerak.

Dan saat ini telah hadir MAKUKU SAP Diapers Slim yang dapat mengurangi resiko ruam popok pada bayi. Karena MAKUKU SAP Diapers Slim memiliki 3 keunggulan dari popok lainnya yaitu anti gumpal, super tipis dan ekstra kering sehingga dapat mengurangi resiko ruam popok pada bayi. Produk popok MAKUKU memiliki fitur Wet Indikator sehingga kita dapat mengetahui apakah popok sudah penuh dan juga sebagai pengingat untuk mengganti popok si kecil agar tetap nyaman.

Selain itu popok MAKUKU SAP Diapers Slim merupakan popok pertama di Indonesia yang memiliki struktur inti Super Absorbent Polymer (SAP) generasi terbaru dengan kemampuan penyerapan cepat dan merata. Struktur inti SAP yang stabil inilah yang membuat popok MAKUKU tidak mudah gumpal dan jatuh. Sehingga si kecil akan nyaman selama beraktivitas. Dan kerennya lagi MAKUKU SAP Diapers Slim memiliki ketebalan yang super tipis hanya 1,6 mm sehingga dapat membuat bayi lebih bebas bergerak.

Popoknya tipis, berarti cepet bocor dong?? Eitss.. jangan salah meskipun MAKUKU diapers ini tipis tapi  penyerapannya lebih baik dan lebih maksimal hingga 600ml. Ditambah lagi dengan permukaan popok yang lembut sehingga tidak mudah mengiritasi kulit bayi yang sensitive. Jadi cocok banget di pakai sehari-hari tanpa takut terjadi ruam popok. Keunggulan lainnya dari MAKUKU SAP Diapers Slim adalah permukaannya yang ekstra kering, sehingga dapat menjaga kesehatan kulit si kecil terlebih bagi si kecil yang memiliki kulit sensitif. Karena sebagian besar ruam yang terjadi pada bayi disebabkan oleh kulit bayi yang tidak cukup kering. MAKUKU SAP Diapers Slim ini memiliki kapasitas penyerapan yang kuat sehingga membuat permukaan popok tetap kering.

Meskipun begitu jangan lupa untuk mengganti popok si kecil 3-4 jam sekali ya bun. Seperti yang dikutip dari pemaparan  dari dr. S.T. Andreas Cristan Leyrolf, M.Ked (Ped), Sp.A, dokter spesialis anak menjelaskan bahwa, “Pada umumnya, bayi perlu mengganti popok setiap 3-4 jam sekali. Hal ini untuk menghindari kontak yang terlalu lama dengan urine dan feses yang dapat meningkatkan pH basa pada kulit. Namun bayi sering merasa tidak nyaman ketika popok yang digunakan terasa penuh dan bocor sebelum waktu mengganti popok. Kondisi ini menyebabkan bayi lebih mudah rewel dan terbangun. Ketika bayi mengalami gangguan saat tidur, maka Ibu juga otomatis akan mengalami  hal yang sama karena harus Kembali menidurkan bayi.”

Nah,,ternyata penting ya bun mengganti popok si kecil di waktu yang tepat agar kulit si kecil yang sensitif dapat terhindar dari ruam popok. MAKUKU SAP Diapers Slim hadir dalam bentuk celana dan perekat, tersedia dalam berbagai jenis pilihan ukuran dari mulai Newborn, S, M, L, XL, hingga XXL. Oiya keunggulan produk MAKUKU lainnya ialah sudah tersertifikasi, antara lain :

  • Environmental Management System standart : ISO 14001:2015
  • Occupational Health and Safety Management System standart: ISO 45001:2018
  • Quality Management System standart : GB/T 19001-2016/ISO 9001:2015

MAKUKU sebagai salah satu brand yang berkomitmen mendukung kesehatan bayi, memberikan pelayanan konsultasi dokter gratis di 10 kota diantaranya Jakarta, Tanggerang, Karawang, Bandung, Semarang, Surabaya, Medan, Palembang, Lampung, dan Makassar. Konsultasi dokter gratis ini mulai dilakukan dari tanggal 16 Desember hingga 18 Desember. Tidak hanya itu MAKUKU juga menyediakan tanya dokter gratis, para orang tua bisa tanya dokter gratis untuk spesialis anak dan spesialis kulit sehingga bisa lebih aware lagi terhadap ruam popok pada bayi.

Daftar 10 rumah sakit yang turut memberikan edukasi dan konsultasi kepada para orang tua dalam menentukan popok yang akan digunakan untuk si kecil. 10 rumah sakit tersebut diantaranya :

  • RS St. Carolus di Jakarta
  • RSIA Bina Medika di Tanggerang
  • RS Lira Medika di Karawang
  • RS Hermina Pasteur di Bandung
  • RS Hermina Pandanaran di Semarang
  • RSIA Putri di Surabaya
  • RS Mitra Medika Premier di Medan
  • RSIA Azzahra di Palembang
  • RSIA Bunda Asy Syifa di Lampung
  • RSIA Ananda di Makassar

Konsultasi Ibu dan anak seperti ini sangat dibutuhkan para orang tua terlebih lagi bagi pasangan yang baru dikaruniai buah hati agar lebih mengenal lebih jauh produk popok yang akan digunakan buah hatinya agar terhindar dari ruam popok.

Dan jangan khawatir bun produk MAKUKU dapat dibeli secara ofline dan online untuk pembelian offline dapat dibeli di  di supermarket dan baby shop terdekat serta dapat juga dibeli secara online di Official store MAKUKU di Tokopedia, shopee, Lazada, jd.id dan tikok shop. Kemudahan dalam mendapatkan produk MAKUKU sebagai bukti komitmen MAKUKU dalam memprioritaskan kesehatan bayi. Tentunya dengan segala keunggulan yang dimiliki oleh MAKUKU SAP Diapers Slim, udah nggak takut lagi kan bun kalau si kecil kena ruam popok ?

Selamat mencoba ya bunda…

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

mama daring

komunitas sahabat blogger

kumpulan emak blogger