Tips Memilih Asuransi Jiwa Terbaik dan Terpercaya Untuk Masa Depan

4 April 2020PapiBunda

Sekarang ini ada banyak produk asuransi jiwa ditawarkan oleh perusahaan asuransi di Indonesia. Ada produk asuransi jiwa yang disertai dengan fitur dan benefit tambahan. Jadi, yang menjadi pertanyaannya adalah asuransi jiwa apa yang tepat dengan kita dan keluarga?

Sebelum membeli produk asuransi jiwa, marilah kita pahami dulu jenis-jenis asuransi jiwa yang dijual di Indonesia. Tujuannya, agar kita lebih cermat sebelum membeli asuransi dan tidak terjebak dengan membeli produk yang tidak sesuai kebutuhan kita maka kan merugikan kita tentunya. Berikut 4 macam asuransi jiwa yang sering ditawarkan:

Asuransi Jiwa Berjangka (Term Life Insurance)

Asuransi jiwa berjangka merupakan jenis asuransi jiwa dimana proteksi akan diberikan kepada pemegang polis dalam kurun waktu tertentu, dengan nilai uang pertanggungan yang cukup besar, bisa mencapai miliaran rupiah.

Periode pertanggungan asuransi berjangka memiliki pilihan kontrak jangka waktu mulai 5 tahun, 10 tahun, 15 tahun, 20 tahun dan seterusnya. Jangka waktu disesuaikan dengan penawaran dari perusahaan asuransi terkait.

(+) Kelebihan       :

  • Premi yang ditawarkan sangat terjangkau dan murah. Selama masa kontrak, premi biaya tetap dan terhitung murah, kisaran biaya premi yang dibayarkan dimulai dari Rp 250.000 per bulan.
  • Besaran premi asuransi jiwa berjangka bisa disesuaikan dengan kemampuan finansial yang kita miliki.
  • Pilihan pembayaran premi bisa dilakukan secara bulanan, kuartal-an, semester-an atau tahunan.
  • Biaya premi murah tetapi uang pertanggungan bisa mencapai miliaran rupiah.
  • Usia pemegang polis antara 15 sampai 75 tahun.
  • Selama masa kontrak masih aktif, biaya pertanggungan akan diberikan oleh perusahaan asuransi apabila tertanggung tidak dapat menafkahi keluarga karena masalah kesehatan atau meninggal dunia.

(-) Kelemahan      :

  • Sistem pertanggungan dalam asuransi jiwa berjangka memiliki masa berlaku / jatuh tempo. Artinya, apabilahabis masa kontrak, maka asuransi terhitung tidak aktif dan kita tidak akan mendapatkan jaminan finansial.
  • Tidak ada uang tunai dari premi yang dibayarkan setelah kontak asuransi selesai.
  • Apabila ingin memperpanjang masa kontrak, risikonya premi yang dibayarkan akan naik harganya dibanding kontrak sebelumnya.

Asuransi Jiwa Seumur Hidup (Whole Life Insurance)

Asuransi jiwa seumur hidup ini memberikan pertanggungan seumur hidup, yakni dengan batasan sampai 99 tahun atau 100 tahun (tergantung pada ketentuan polis asuransi).

(+) Kelebihan       :

  • Besar kemungkinan kita akan mendapat uang pertanggungan karena umur manusia jarang ada yang mencapai 100 tahun.
  • Pemegang polis bisa mendapatkan nilai tunai dari polis yang sudah dibayarkan dalam jangka waktu tertentu sesuai ketentuan yang berlaku.
  • Premi asuransi tidak akan hangus meskipun tidak ada klaim dan dapat diambil keseluruhan setelah masa kontak usai.
  • Pilihan pembayaran premi bisa dilakukan secara bulanan, kuartal-an, semester-an atau tahunan.
  • Usia pemegang polis antara 1 bulan sampai dengan lebih dari 70 tahun.

 (-) Kelemahan      :

  • Premi yang dibayarkan lebih mahal dan nilai pertanggungannya berkisar Rp150 juta hingga Rp500 juta, angka ini lebih kecil dibandingkan asuransi berjangka.
  • Total premi yang telah dibayarkan akan dikembalikan dengan bunga di kisaran 4% per tahun dan dipotong biaya pajak (sesuai kesepakatan yang berlaku).

Asuransi Dwiguna (Endowment Insurance)

Asuransi jiwa ini disebut dwiguna karena memberikan 2 kegunaan sekaligus, yaitu sebagai asuransi jiwa berjangka dan sebagai tabungan. Produk asuransi dwiguna antara lain asuransi pendidikan anak, asuransi pensiun, dsb.

(+) Kelebihan       :

  • Kita akan mendapatkan uang pertanggungan bila meninggal saat kontrak berjalan. Nilai pertanggungannya yang didapat sama dengan asuransi seumur hidup yakni dikisaran Rp150 juta – Rp500 juta.
  • Kita memiliki uang tabungan yang bisa ditarik sewaktu-waktu sebelum masa kontrak berakhir (sesuai dengan perjanjian yang berlaku).
  • Kita dapat menarik melakukan klaim sebelum masa kontrak berakhir. Artinya, kita bisa menarik polis asuransi jika suatu saat membutuhkan uang untuk keperluan mendesak dalam jangka waktu tertentu beberapa tahun sekali (sesuai perjanjian dengan perusahaan asuransi).

(-) Kelemahan      :

  • Premi yang dibayarkan tidak murah, biaya premi bisa mencapai jutaan per bulannya.
  • Pilihan pembayaran premi bisa dilakukan secara bulanan, kuartal-an, semester-an atau tahunan.
  • Usia pemegang polis antara 1 bulan sampai dengan 90 tahun.
  • Kita bisa mendapat uang tunai dari total premi yang telah dibayarkan akan dikembalikan dengan bunga di kisaran 4% per tahun dan dipotong biaya pajak (sesuai kesepakatan yang berlaku).

Asuransi Jiwa Unit Link

Asuransi jiwa unit link ini paling populer karena banyak ditawarkan oleh agen asuransi. Perlu diketahui, asuransi jiwa unit link memiliki 2 fungsi yaitu proteksi asuransi dan investasi.

(+) Kelebihan       :

  • Kita memiliki investasi tanpa perlu repot karena perusahaan asuransi unit link juga bertindak sebagai Manajer Investasi.
  • Asuransi unit link memiliki waktu proteksi lebih lama, yakni pilihan 75, 80 hingga 100 tahun (sesuai ketentuan penyedia asuransi).
  • Kita sebagai pemegang polis bisa memilih instrumen investasi yang tepat dan sesuai rencana keuangan kita.
  • Tidak ada sistem hangus jika tidak mengajukan klaim. Artinya, kita bisa mengambil nilai tunai unit link. Nilai tunai ialah dana yang harus ada ketika premi berkala tidak mencukupi untuk membayar biaya yang ada.
  • Kita bisa mendapatkan manfaat asuransi tambahan (rider) yang ditawarkan perusahaan asuransi. Misalnya asuransi tambahan kecelakaan, sakit kritis, cacat total, biaya rawat inap rumah sakit, dsb.

(-) Kelemahan      :

  • Asuransi unit link tidak murah. Biaya premi bulanan lebih mahal dibanding asuransi jiwa yang lain.
  • Keuntungan investasi tidak besar. Perlu dipahami bahwa unit link memiliki fokus pada asuransi jiwa bukan investasi. Jadi jangan berharap kita bisa mendapatkan uang hasil investasi unit link sangat besar, karena tetap ada risiko bila pertumbuhan investasi di pasar turun.
  • Tidak ada jaminan proyeksi perkembangan investasi dari produk asuransi unit link sesuai atau sebagus penjelasan agen asuransi. Ingat, ada banyak faktor risiko investasi yang perlu kita pahami.

Ada banyak produk asuransi jiwa dengan beragam fitur didalamnya yang bisa mempengaruhi harga premi. Apabila kita sudah mengetahui tujuan kenapa kita membutuhkan asuransi jiwa, selanjutnya tinggal memilih produk asuransi jiwa yang menawarkan premi sesuai bujet yang kita miliki.

Cek kembali kemampuan financial kita untuk membayar premi, jangan sampai ada masalah dalam pembayaran premi asuransi jiwa. Ingat! asuransi tidak harus mahal, semua disesuaikan dengan tujuan kita untuk masa depan yang lebih baik lagi.

Leave a comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Prev Post Next Post
error: Content is protected !!