Categories
Diary, Event

Setiap manusia pasti memiliki keinginan agar bisa bermanfaat bagi orang banyak. Banyak hal yang bis akita lakukan agar dapat bermanfat bagi orang banyak salah satunya tentu dengan bersedekah. Dengan bersedekah tentu kita bisa mendapatkan pahala yang terus mengalir serta mampu memberikan manfaat kepada orang yang membutuhkan.

Salah satu yang bisa kita lakukan yaitu dengan berwakaf. Wakaf atau sedekah jariyah dimana harta yang kita wakafkan akan terus mengalirkan pahala terus-menerus. Wakaf memiliki banyak sekali manfaat, salah satunya sebagai investasi dunia dan akhirat. Banyak orang yang masih memiliki pemahaman bahwa kalau ingin berwakaf kita harus memiliki harta yang banyak terlebih dahulu padahal tidak seperti itu.

Saat ini bukan hanya orang yang memiliki banyak harta saja yang bisa berwakaf, kita semua pun bisa berwakaf tanpa terkecuali yang dibutuhkan hanya niat yang tulus dan ikhlas.

FORJUKAFI Perkuat Literasi Wakaf di Indonesia

Literasi tentang wakaf di Indonesia masih rendah oleh karena itu dalam rangka upaya meningkatkan literasi masyarakat tentang wakaf, 50 jurnalis dari berbagai media berkumpul untuk membentuk Forum Jurnalis Wakaf Indonesia (FORJUKAFI) . FORJUKAFI ini bertujuan untuk memeberikan pemahaman yang benar tentang wakaf dan Menyusun strategi untuk memasyarakatkan wakaf di Indonesia.

Hari Jumat 07 Oktober 2022 FORJUKAFI mengadakan Rapat Kerja Nasional yang bertempat di Perpustakaan Nasional dengan tema Optimalisasi Potensi dan Pengelolaan Wakaf untuk Kesejahteraan Umat. Acara dibuka dengan kata sambutan dari Bapak Wahyu Muryadi selaku Ketua FORJUKAFI. Bapak Wahyu mengatakan bahwa kepedulian jurnalis sangat diperlukan mengingat isu wakaf di Indonesia kalah popular dengan isu zakat, infak dan sedekah sehingga masih ada pemahaman yang keliru tentang wakaf.

Pembukaan Rakernas FORJUKAFI disahkan oleh Wakil Presiden KH. Ma’ruf Amin yang hadir secara virtual. “Perlu penguatan literasi secara berkelanjutan, utamanya pada 3 unsur, yakni literasi tentang harta objek wakaf, peruntukkan harta benda wakaf dan kelembagaan wakaf,” tegas Wakil Presiden. Dan untuk ragam harta objek wakaf tidak terbatas pada asset tetap saja, seperti tanah, Gedung atau bangunan tetapi juga bisa dalam bentuk uang. Konsep wakaf uang ini harus menjadi salah satu fokuskonten literasi agar masyarakat memahaminya dengan benar.

Berdasarkan sistem informasi wakaf (SIWAK) kementrian agama yang diakses 29 Sepetember 2021 potensi wakaf tanah di Indonesia mencapai jumlah 414.829 lokasi dengan luas 55.259.87 hektar. Dan pada tahun 2022 raihan wakaf uang Nasional ada di angka Rp. 1,4 triliun. Jumlah tersebut hanya mencapai 0,5% dari total potensi wakaf  uang senilai kurang lebih Rp. 180 triliun.

Bersama FORJUKAFI Optimalkan Literasi Wakaf

Masih rendahnya literasi wakaf ditengah masyarakat membuat FORJUKAFI hadir untuk terus bisa memberikan informasi yang benar tentang wakaf ke masyarakat. FORJUKAFI diharapkan menjadi garda terdepan dalam literasi wakaf di media sehingga  semakin banyak jurnalis yang memiliki pemahaman tentang wakaf dan pada akhirnya jangkauan masyarakat dapat lebih luas lagi. Pemberitaan tentang wakaf harus komunikatif dan massif di berbagai kanal media sehingga literasi masyarakat tentang wakaf dapat meningkat. Dengan adanya literasi yang semakin baik diharapkan akan semakin banyak pula masyarakat yang memiliki kesadaran kolektif umat untuk lebih aktif terlibat serta turut memobilisasi pengumpulan wakaf.

Dalam Rakernas FORJUKAFI kemarin hadir juga Ketua MPR RI Bapak Bambang Soesatyo . Pak Bambang menyakini bahwa potensi wakaf jika dikelola secara optimal akan berkontribusi positif untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat, mengurangi kesenjangan ekonomi dan mengentaskan kemiskinan secara signifikan. Dan disinilah pentingnya literasi wakaf yang dilakukan FORJUKAFI.

Dengan hadirnya FORJUKAFI diharapkan dapat memberikan kebermanfaatan yang luas dan dapat memperkuat salah satu pilar demokrasi sekaligus memberikanmanfaatnya bagi masyarakat. FORJUKAFI berkomitmen  tak hanya mendorong literasi wakaf, tetapi secara kongkret akan mendorong capaian wakaf hingga mendekati potensi wakaf nasional Rp. 180 Triliun.

Dalam wakaf, Nazhir memiliki peran yang sangat penting dalam perwakafan . Seberapa banyak harta wakaf yang berhasil dihimpun dan dikelola serta bermanfaat untuk kesejahteraan umat disebabkan Nazhir atau pengelola wakafnya Amanah. Selain Amanah Nazhir juga haruslah professional dan juga dapat menyesuaikan diri di era digital seperti ini, mengapa ?? karena di era digital seperti ini berwakaf tidak hanya dalam bentuk tanah atau Gedung tetapi  misalkan seorang youtuber ingin mewakafkan channel youtubenya beserta subcribernya, Nazhir harus mampu mengelolanya. Itulah mengapa generasi muda diperlukan dalam penglolaan wakaf.

Dengan adanya FORJUKAFI para jurnalis bukan hanya melakukan literasi wakaf melalui pemberitaan tetapi juga melakukan aksi nyata lewat Yayasan Jalan Surga yang telah didirikan para jurnalis. Semoga dengan adanya wadah ini, kita bisa bersam-sama mengejar potensi wakaf Nasional.

Banyak sekali ilmu baru yang didapat setelat mebikuti Rakernas FORJUKAFI ini, tenyata wakaf bukan hanya Mesjid, Madrasah dan Makam saja tetapi wakaf juga bisa berupa uang. Dan berwakaf pun tidak perlu menunggu kaya dan bisa dilakukan kapan saja.

Semoga kedepannya semakin banyak masyarakat yang tergerak untuk berwakaf dan itu dapatg bermanfaat bagi kesejahteraan umat.

Leave a Reply

Your email address will not be published.

mama daring

komunitas sahabat blogger

kumpulan emak blogger