Categories
Diary, Healthy

Gak kerasa ya sudah hampir 9 bulan pandemi ada di Indonesia, tentu ini bukanlah hal yang mudah untuk di lewati. Sama seperti yang lainnya hal itu pun saya rasakan, awal-awal pandemi jadi masa-masa sulit dimana pemasukan mulai berkurang. Mungkin saya lebih beruntung jika di bandingkan dengan teman-teman yang benar-benar kehilangan pekerjaannya karena di PHK. Saya dan suami buakanlah pekerja yang terikat dengan sebuah perusahaan, tapi kami merasakan sekali dampak dari pandemi ini.

Pekerjaan-pekerjaan yang biasanya selalu ada tiap minggunya ini jadi tidak ada sama sekali. Tentu ini membuat kita hampir berputus asa karena keadaan. Bagaimana caranya agar dapur tetap ngebul, buat membayar semua tagihan rutin bulanan, untuk makan sehari-hari aarrghh rasanya pusing tujuh keliling. Memang ini bukan terjadi di Indonesia saja, hampir seluruh dunia yang  mengalami pandemi terkena dampak perekonomian.

Akhirnya setelah berdamai dengan keadaan, saatnya untuk bangkit dari keterpurukan. Saya dan suami akhirnya memutar otak bagaimana caranya agar kita bisa tetap bertahan di tengah pamdemi yang belum tau sampai kapan berakhirnya. Cerita di mulai di awal bulan Ramadhan saya membuat donat, yaapp cemilan yang di sukai berbagai kalangan usia ini menjadi pilihan saya untuk dicoba. Berbekal belajar dari youtube dan setelah mencoba beberapa kali akhirnya saya menemukan resep donat yang cocok dan menurut saya enak.

Bermodalkan keberanian alias nekad akhirnya saya mencoba untuk menjualnya di grup WA RT, alhamdulilah responnya bagus. Setiap hari ada saja yang repeat order, 100 pcs donat bisa terjual dalam sehari. Dan sampai saat ini, alhamdulilah saya terus mengembangkan usaha saya. Saat ini usaha donat saya sudah di branding dengan merk “ Nyemilin “ , dan bukan hanya donat saat ini sudah ada beberapa produk tambahan seperti risol mayonaise, roti goreng, sandwich mini dll. Oiya..kalo kalian penasaran, kalian bisa langsung kunjungi instagramnya di @nyemilinfood dan websitenya www.nyemilin.com yaa .Begitulah sekelumit cerita saya bertahan untuk menjadi lebih baik di tengah pandemic yang entah kapan berakhirnya. Di setiap peristiwa yang hadir pasti ada hikmah yang bisa diambil seperti halnya saat pandemi seperti ini saya jadi sadar betapa pentingnya kita memiliki “persiapan” dari segala aspek karena kita gak akan tahu apa yang akan terjadi nanti.

Untuk kasus yang saya alami mungkin saya sadar kalau saya kurang memiliki persiapan dana darurat untuk di gunakan di saat-saat sepeti ini. Lain halnya untuk kasus yang dialami oleh teman saya, suaminya tiba-tiba sakit dan harus di rawat di rumah sakit secara intensif. Teman saya hanya seorang rumah tangga dan suaminya hanya sebagai pegawai swasta, ketika suaminya mengalami musibah dan harus di rawat di rumah sakit dengan biaya yang tidak sedikit teman kebingungan karena biayanya tidak sedikit yang harus di bayarkan dan mereka tidak memiliki asuransi Kesehatan.

Lagi-lagi di sini saya di sadarkan bahwa “persiapan” itu penting sekali karena kita tidak tahu apa yang akan terjadi di depan nanti. Yaap… “persiapan” yang bisa kita lakukan adalah dengan memiliki asuransi, banyak sekali jenis asuransi yang di tawarkan oleh perusahaan-perusahaan asuransi. Tentu sebagai customer kita harus cermat memilih asuransi mana yang tepat untuk menjadi pilihan kita

Asuransi yang bisa menjadi pilihan adalah Tugu Insurance karena kita harus berani lebih baik untuk mempersiapkan segala sesuatunya karena kita tidak pernah tahu apa yang akan terjadi pada diri kita di waktu mendatang. Banyak pilihan yang ditawarkan oleh Tugu Insurance yang akan melindugi kita dari hal-hal yang tak terduga

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

January 2022
M T W T F S S
 12
3456789
10111213141516
17181920212223
24252627282930
31