Categories
Healthy, Pregnancy
Halo Moms apa kabar?? Semoga selalu sehat ya bersama keluarga tercinta 🙂
Menjadi orang tua itu tidak ada sekolahnya, oleh karena itu sebagai orang tua kita harus aktif mencari berbagai informasi yang kita butuhkan dalam membantu mendidik dan membesarkan anak. Apalagi untuk para orang tua baru yang baru memiliki si kecil tentu banyak hal yang belum mereka pahami salah satunya adalah masalah membedong anak.
Sudah menjadi kepercayaan turun temurun bahwa bayi yang baru lahir harus dibedong selama beberapa bulan agar kakinya lurus. Tapi tahukah kamu, tanpa dibedong pun, sebenarnya kedua kaki bayi akan lurus dengan sendirinya jika sudah waktunya. Akhirnya, masalah membedong bayi pun menimbulkan pro dan kontra. Jadi, sebenarnya perlukah membedong bayi dan apa manfaatnya?

Membedong bayi dengan kain berbentuk persegi empat yang biasanya berbahan flanel memang sudah sejak lama dilakukan. Tidak masalah jika kamu ingin membedong Si Kecil yang baru lahir. Namun, tujuannya bukan karena takut kakinya bengkok, karena itu hanyalah mitos belaka. Berikut manfaat membedong bayi:

1. Membantu Bayi Tidur Lebih Nyenyak

American Academy of Pediatrics (APP) mengungkapkan bahwa membedong bayi dapat membuatnya tidur lebih nyenyak dan nyaman, serta menenangkan bayi. Tentu saja manfaat ini baru bisa Si Kecil rasakan bila kamu membendongnya dengan cara yang benar dan tidak terlalu kencang.

2. Membuat Bayi Tidur Lebih Lama

Bayi yang baru lahir kadang-kadang mengalami refleks kejut atau refleks moro saat memasuki fase tidur nyenyak atau deep sleep. Bayi tiba-tiba saja terkejut sendiri tanpa sebab. Hal ini bisa mengganggu tidurnya sehingga ia jadi tidak bisa tidur dengan lama. Nah, bedong membantu bayi mengatasi refleks kejut tersebut dan membuatnya dapat segera tidur kembali karena ia merasa seperti dipeluk.

3. Membuat Bayi Merasa Nyaman

Membedong bayi dengan kain otomatis akan membuatnya merasa lebih hangat. Kondisi ini akan mengingatkan mereka pada lingkungan saat mereka masih berada di dalam rahim. Bayi yang dibedong juga biasanya jarang menangis. Bila ia menangis atau menggeliat saat dibedong, artinya mungkin bayi merasa sesak dan tidak nyaman. Jadi, sebaiknya longgarkan sedikit bedongannya.

4. Membantu Ibu Saat Menyusuinya

Sebagian ibu yang baru pertama kali menyusui sering kesusahan mencari posisi menyusui yang benar. Seringkali bayi juga banyak bergerak untuk mencari posisi yang pas untuk menyusu, sehingga ibu semakin sulit menempatkannya dalam posisi yang benar dan nyaman. Nah, dengan membedongnya, bayi akan jadi lebih tenang, sehingga proses belajar menyusui dapat menjadi lebih lancar.

5. Menenangkan Bayi yang Sedang Kolik

Bayi yang sedang kolik biasanya akan menangis terus menerus karena merasa kesakitan. Ia jadi lebih rewel dari biasanya dan menarik kedua tungkai kakinya. Nah, dengan membedongnya, bayi akan merasa hangat dan nyaman, sehingga ia akan menjadi lebih tenang.

6. Mengurangi Risiko Terjadinya Sudden Infant Death Syndrome (SIDS)

Membedong bayi otomatis akan membuatnya berada dalam posisi telentang saat tidur, sehingga kematian mendadak pada bayi atau SIDS pun dapat dicegah.

Walaupun banyak manfaat, kamu sebaiknya tidak membedong bayi terlalu ketat. Ikat kain sedikit longgar agar bayi masih bisa sedikit bergerak dan napasnya tidak sesak. Bila Si Kecil terlihat kepanasan seperti mengeluarkan keringat, rambutnya basah dan pipinya memerah, sebaiknya lepaskan bedongannya.

Saat Si Kecil tidur, kamu sebaiknya juga tetap mengawasinya agar bayi yang dibedong jangan sampai terguling dan berisiko mengalami SIDS.  Bayi hanya perlu dibedong selama dua bulan sejak ia lahir. Setelah itu, ibu bisa melepaskan bedongannya.

 

Leave a Reply

Your email address will not be published.

Search by post
Calender
May 2022
M T W T F S S
 1
2345678
9101112131415
16171819202122
23242526272829
3031  
Part Of

mama daring

komunitas sahabat blogger

kumpulan emak blogger