Categories
Healthy, Pregnancy

Konsultasi program hamil umumnya terdiri atas beberapa jenis pemeriksaan, yaitu:

  • Pemeriksaan riwayat kesehatan. Pada tahap pemeriksaan ini, dokter akan mengajukan pertanyaan tentang beberapa hal. Di antaranya adalah:
    • Riwayat kesehatan pasien. Berbagai jenis penyakit yang pernah atau sedang diderita pasien saat ini, terutama jenis penyakit yang dapat meningkatkan risiko komplikasi saat kehamilan, seperti asma, diabetes, dan hipertensi. Dengan mengetahui kondisi kesehatan pasien, dokter dapat melakukan tindakan pengobatan sebelum pasien memasuki masa kehamilan.
    • Riwayat kesehatan keluarga pasien. Gangguan medis yang berisiko diturunkan dari anggota keluarga, seperti gangguan pembekuan darah.
    • Riwayat reproduksi. Meliputi riwayat kehamilan sebelumnya, siklus menstruasi, riwayat penggunaan alat kontrasepsi, dan infeksi menular seksual bila pernah diderita.
    • Riwayat tindakan operasi. Berbagai jenis operasi yang pernah dijalani oleh pasien, terutama operasi miom atau tindakan pembedahan lain yang pernah dilakukan di organ reproduksi.
    • Jenis obat yang sedang dikonsumsi, termasuk obat bebas, suplemen, atau produk herba. Dokter mungkin akan menganjurkan pasien untuk menghentikan konsumsi beberapa jenis obat untuk mencegah risiko cacat lahir pada bayi.
    • Riwayat vaksinasi. Pemeriksaan riwayat vaksinasi penting dilakukan untuk mencegah cacat lahir atau komplikasi lain selama kehamilan. Ada beberapa jenis vaksinasi yang sebaiknya sudah dilakukan sebelum menjalani masa kehamilan, yaitu vaksin rubella, cacar air, tetanus, difteri, flu, dan hepatitis B.
    • Riwayat sosial dan emosional. Dokter akan mengajukan pertanyaan terkait gangguan kesehatan mental yang pernah dilalui pasien, seperti depresi atau gangguan makan (eating disorder).
    • Lingkungan rumah dan tempat kerja. Substansi berbahaya, seperti timbal, merkuri, atau kotoran hewan peliharaan, dapat memengaruhi kemampuan pasien untuk hamil atau mempertahankan kehamilan yang sehat.
    • Gaya hidup pasien. Dokter akan mengajukan pertanyaan terkait gaya hidup yang dijalani pasien saat ini, termasuk rutinitas sehari-hari, aktivitas olahraga, dan jenis makanan yang dikonsumsi. Hal ini adalah untuk mempersiapkan pasien sebelum menjalani kehamilan dan menciptakan kehamilan yang sehat.
  • Pemeriksaan fisik. Pemeriksaan ini dilakukan untuk memeriksa kondisi tubuh pasien sebelum menjalani masa kehamilan. Pemeriksaan fisik meliputi:
    • Pengukuran tinggi dan berat badan.
    • Pemeriksaan tanda vital, meliputi detak jantung, tekanan darah, dan frekuensi pernapasan.
    • Pemeriksaan panggul, dengan memasukkan jari ke dalam vagina untuk memeriksa rahim dan leher rahim.
  • Pemeriksaan laboratorium. Pemeriksaan ini dilakukan dengan menggunakan sampel urine dan darah untuk mendeteksi berbagai kelainan.
    • Tes urine. Sampel urine digunakan untuk mendeteksi kadar gula dalam urine. Kadar gula yang terlalu tinggi dapat memengaruhi perkembangan janin. Oleh karena itu, dokter akan mengambil langkah atau tindakan untuk mengendalikan kadar gula darah pasien hingga batas normal sebelum pasien memasuki masa kehamilan.
    • Tes darah. Sampel darah digunakan untuk mendeteksi beberapa jenis penyakit, seperti sifilis, HIV, herpes, hepatitis B, dan citomegalovirus. Selain itu, sampel darah juga digunakan untuk mengidentifikasi beberapa hal. Di antaranya adalah:
      • Menghitung jumlah sel darah. Jika jumlah sel darah pasien di bawah normal, dokter mungkin akan menganjurkan pasien untuk mengonsumsi suplemen zat besi untuk mencegah anemia defisiensi besi.
      • Cek golongan darah, baik golongan ABO atau rhesus.
      • Memeriksa kandungan hormon tiroid dan kadar vitamin D.
    • Pap smear. Dokter akan mengambil sampel sel jaringan serviks untuk kemudian dianalisa di laboratorium. Pemeriksaan ini dilakukan untuk mendeteksi kemungkinan adanya kelainan pada organ reproduksi wanita, seperti peradangan atau infeksi.
  • Pemindaian. Jika diperlukan, dokter akan meminta pasien untuk menjalani pemeriksaan pemindaian guna melihat keadaan organ reproduksi. Di antaranya adalah:
    • USG, dilakukan untuk memeriksa kondisi indung telur, rahim, dan saluran indung telur, serta mendeteksi kelainan yang dapat memengaruhi fungsi rahim dan menghambat proses kehamilan, seperti endometriosis dan miom.
    • Histerosalpingografi, yaitu pemeriksaan yang dilakukan dengan menggunakan sinar Rontgen dan cairan kontras untuk memeriksa kondisi rahim dan saluran indung telur.
    • Laparoskopi atau operasi lubang kunci, juga dapat dilakukan jika pasien memiliki riwayat radang panggul atau ditemukan penyumbatan pada salah satu atau kedua tuba falopi.

Konsultasi dan pemeriksaan program hamil tidak hanya dilakukan oleh wanita. Pria sebaiknya juga melakukan pemeriksaan untuk menentukan tingkat kesuburan, sehingga proses kehamilan lebih cepat tercapai. Beberapa jenis pemeriksaan yang dapat dilakukan, antara lain:

  • Tes urine (urinalisis). Untuk mendeteksi sel darah putih dalam urine sebagai indikator adanya infeksi yang mungkin terjadi.
  • Pemeriksaan sperma. Pemeriksaan sperma dilakukan untuk menghitung jumlah sperma dan mendeteksi adanya kelainan pada bentuk, pergerakan, atau warna sperma.
  • USG. Pemeriksaan yang dilakukan untuk mendeteksi lokasi kerusakan atau penyumbatan pada saluran reproduksi pria.
  • Biopsi testis. Dokter akan mengambil sedikit sampel jaringan testis dan melakukan analisa di laboratorium untuk menentukan tingkat produksi sperma.
  • Vasografi. Pemeriksaan dengan menggunakan foto Rontgen untuk mendeteksi penyumbatan atau kebocoran sperma pada vas deferens, yaitu saluran yang menghubungkan testis dengan lubang kencing (uretra).

Leave a Reply

Your email address will not be published.

mama daring

komunitas sahabat blogger

kumpulan emak blogger