Empowerment to The Next Level, Harapan Baru Filantropi Indonesia

Dompet Dhuafa salah satu lembaga Filantropi yang ada di Indonesia. Beberapa kali ikut terlibat langsung di kegiatan Dompet Dhuafa membuat saya semakin yakin kalau Dompet Dhuafa adalah salah satu lembaga Filantropi yang amanah. Tahun ini Dompet Dhuafa Kembali menggelar Indonesia Humanitarian Summit 2025. Acara ini diselenggarakan di Nusantara TV Ballroom, NT Tower Pulomas Jakarta Timur.

Indonesia Humanitarian Summit (I-HitS) 2025 bertajuk Empowerment to The Next Level. Public Expose 2025 & Indonesia Philanthropi Report merupakan wadah penggerak perubahan  nyata. Ditengah kemiskinan yang masih terbilang tinggi angka nya di Indonesia. Ini merupakan juga bagi filantropi, apalagi di penghujung tahun 2025 Indonesia dilanda bencana.

Hadir juga Wakil Menteri Luar Negeri Anis Matta. Dalam sambutannya Wamen Anis Matta memaparkan bahwa, filantropi mempunyai banyak impact yang sangat besar bagi kehidupan di masyarakat. Dampak yang paling besar yang diajarkan para pekerja di filantropi adalah mengajarkan kita untuk berbagi dan itu juga melatih fungsi mental healty karena dalam agama Islam kikir adalah penyakit jiwa.

Jadi jika kita mendorong orang untuk berbagi, itu bisa mengobati penyakit jiwa. Dan yang harus digaris bawahi adalah memberi itu tidak perlu menunggu kaya.

Capaian Dompet Dhuafa di 2025

Ahmad Juwaini selaku Ketua Dewan Pengurus Dompet Dhuafa memaparkan, sepanjang tahun 2025 mendapati total Penghimpunan Dompet Dhuafa sebanyak Rp. 426.519.076.822,-. Sementara total penyaluran melalui berbagai program yang berbasis lima pilar yaitu kesehatan, pendidikan, ekonomi, sosial, dakwah dan budaya sebanyak Rp. 422.942.586.574,-.

Dengan catatan kenaikan penyaluran tahun 2025 sebesar 103%, kinerja penyaluran Dompet Dhuafa sangat efektif menurut Allocation to Collection Ratio, Zakat Core Principle. Dari angka penghimpunan di atas, total penerima manfaat pada tahun 2025 sebanyak 2.828.823 jiwa dan melalui 3.632.925 layanan.

Di tahun 2025 ini GREAT Edunesia sukses menebar kebermanfaatan kepada 39.676 penerima manfaat, 3923 individu, dan 35.753 komunitas (guru dan pengiat literasi). Selama 32 tahun ini sejak berdiri dari tahun 1993, Dompet Dhuafa yang sudah menjadi wadah dan jembatan untuk zakat, infak . Kurang lebih sudah menjangkau lebih dari 41,8 juta penerima manfaat melalui berbagai program dibidang sosial, ekonomi, kesehatan, pendidikan, dakwah dan kebudayaan.

Talkshow Inspiratif “Kolaborasi dan Pemberdayaan yang Berkelanjutan”

Sesi talkshow pertama diisi oleh Rahmad Riyadi (Anggota Pembina Dompet Dhuafa), Yudi Latif (Anggota Dewan Pembina Dompet Dhuafa),  Ahmad Juwaini (Ketua Pengurus Dompet Dhuafa), Agung Pardini (Direktur IDEAS), Eko Muliansyah (Ketua Bidang Inovasi dan Literasi Forum Zakat), Dede Apriandi (Direktur Komersial NTV) sesi Poverty Outlook bersama para pakar, diskusi tentang peran lembaga filantropi dalam pemberdayaan yang selaras dengan arah pembangunan nasional, hingga pembahasan tentang peran anak muda dalam filantropi.

Lewat panel bertema Local Leader: Young Empowerment, Young Philanthropist, yang di hadiri oleh Sandiaga Uno (Entrepreneur), Sally Giovanny (Owner Batik Trusmi), Andhika Mahardika (Founder dan CEO Agradaya) serta M. Attiatul Muqtadir (Penerima Manfaat Dompet Dhuafa).

Bahwa generasi muda memiliki peran penting dalam perubahan, yang bisa mendorong dampak lebih luas lagi. Dan yang harus digaris bawahi bahwa Filantropi tidak lagi harus identik dengan lembaga besar, tapi bisa dimulai dari kesadaran dan aksi kecil yang dilakukan secara terus-manerus.

Selain diskusi, pameran program pemberdayaan Dompet Dhuafa, Dibidang kesehatan ada Yayasan Rumah Sakit Terpadu (YRST), ada pemeriksaan mata gratis dan juga pemeriksaan kesehatan gratis.  Lalu ada produk UMKM Zona Madina, Disaster Management Center (DMC), Lembaga Pelayanan Masyarakat (LPM) dan pemberdayaan ekonomi.

Ini juga memberi gambaran nyata tentang bagaimana zakat, infak, sedekah, dan wakaf dikelola untuk menciptakan dampak jangka panjang.

Harapannya kedepannya kita semua bisa berkolaborasi dalam gerakan filantropi untuk memberdayakan masyarakat miskin yang awalnya sebagai penerima manfaat menjadi pemberi manfaat. Karena setiap masyarakat berhak mendapatkan hidup yang lebih bermartabat.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

You May Also Like