Waspada Semakin Maraknya Investasi Ilegal Dalam Industri Direct Selling

12 December 2020PapiBunda

Direct Selling ini sendiri sebenarnya di Amerika atau di dunia sudah ada badan resminya namanya WFDSA, singkatan dari world federation of direct selling association. Kemudian di Indonesia ada contohnya WFDSA dan itu namanya APLI, APLI ini di bawah menteri perdagangan KADIN. API  itu “asosiasi Perdagangan langsung Indonesia” dan itu sudah berdiri cukup lama di indonesia. Bpk. Roys Tanani (Dewan Komisioner APLI) menuturkan bahwa segala sesuatu industri yang bergerak di bidang direct selling itu harus terdaftar di anggota APLI. Dan harus mempunyai syarat SIUPL “surat izin usaha pemasaran langsung”.

Investasi ilegal pun mulai memasuki industri direct selling ciri paling banyak diterapkan di investasi bodong adalah keuntungannya nggak masuk akal dan kamu tidak bakal mendapatkan rugi, contohnya cukup invest Rp 1 juta. Kemudian kamu akan dijanjikan mendapatkan keuntungan balik Rp 10 juta. Mencurigakan sekali kan ? Sebaiknya jika dijanjikan seperti ini, kita lebih baik langsung waspada dan tanya apakah mereka memiliki kejelasan izin atau legalitas. Kalau tidak bisa menunjukkan surat-surat dan izin resmi dari OJK atau kegiatan penghimpunan dana yang dilakukan, lebih baik langsung tinggalkan saja perusahaan ini.

Saat mempromosikan pemasaran untuk program investasinya, menurut AKBP Juliarman EP. Pasaribu, S.Sos., SIK. (NCB Interpol Indonesia Divhubinter POLRI) pelaku investasi bodong akan selalu memberi tekanan calon nasabah untuk cepat-cepat bergabung. Contoh ajakannya kurang lebih seperti ini, “Ayo, marilah menjadi salah satu dari 10 orang untuk ikut investasi menguntungkan ini!” Kalimat-kalimat seperti waktu terbatas, tempat terbatas, memiliki hak eksklusif dan masih banyak lagi ajakan-ajakan menggiurkan untuk segera investasi di perusahaan investasi bodong.

Bpk. U. Mulyaharja, SH., MH., SE., MKn., CLA. (Head Legal Consultant APLI) menuturkan bahwa investasi ilegal masih menghantui jika kita lengah sedikit saja bisa jadi kita yang akan menjadi korban investasi ilegal berikutnya. Berikut ciri-ciri investasi bodong agar terhindar dari investasi ilegal :

  • Mengiming-imingi keuntungan sangat besar, bahkan tak wajar tanpa risiko. Padahal setiap investasi, pasti ada risikonya. Dan imbal hasil investasi berbanding lurus dengan risikonya
  • Memanfaatkan tokoh agama, tokoh masyarakat, atau selebriti, lengkap dengan testimoninya agar calon korban terpikat dan percaya berinvestasi
  • Menjanjikan bonus kalah berhasil menarik anggota baru. Semakin banyak anggota baru yang direkrut, makin besar bonus yang akan didapat.
  • Legalitas tidak ada, seperti izin produk, izin usaha, dan izin kegiatan.

Sebelum berinvestasi, pahami dulu tiga hal berikut ini agar investasi kita aman dan terjamin :

  1. memastikan pihak yang menawarkan investasi memiliki perizinan dari otoritas yang berwenang sesuai dengan kegiatan usaha yang dijalankan. Apakah itu OJK, Kementerian Perdagangan, Kementerian Koperasi dan UKM, Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM), dan lainnya
  2. memastikan pihak yang menawarkan produk investasi, memiliki izin dalam menawarkan produk investasi atau tercatat sebagai mitra pemasar.
  3. memastikan jika terdapat pencantuman logo instansi atau lembaga pemerintah dalam media penawarannya telah dilakukan sesuai dengan ketentuan peraturan perundang-undangan.

Semoga kita semua terhindar dari investasi ilegal yang hanya bisa membuat kerugian bagi diri kita dan orang lain yang kita ajak, ayo kita telaah dulu sebelum berinvestasi apalagi di industri direct selling .Seseorang yang ingin menjadi investor atau individu yang ingin berinvestasi, harus bisa mencari tahu apa saja penawaran-penawaran yang diberikan oleh perusahaan untuk para nasabah.

Seperti jenis-jenisnya, apakah investasi yang diberikan real. Sudah mencari tahu tentang perusahaan investasi? Cobalah bertanya kepada orang yang paham tentang investasi, kalau bisa ke orang yang sudah melanglang buana dan punya di dunia investasi seperti teman, saudara, orang tua untuk meminta saran apakah perusahaan ini sudah pas atau belum.

 

Leave a comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Prev Post Next Post
error: Content is protected !!