Workshop Blogger Kesehatan, Yuk Cegah Penyakit Tidak Menular Sedini Mungkin

29 June 2019PapiBunda

Assalamualikum…

Apa kabarnya moms? semoga selalu dalam keadaan sehat walafiat yaa.. Aamiin :). Berbicara masalah kesehatan tentu merupakan hal yang sangat penting yang harus diperhatikan ya moms, apalagi bagi seorang ibu yang memiliki anak tentu masalah kesehatan menjadi hal yang utama untuk keluarganya. Ada pepatah mengatakan bahwa kesehatan itu mahal harganya dan itu benar sekali moms karena kalau sudah sakit tentu harganya akan jauh lebih mahal.

Sebagai seorang ibu dan istri saya termasuk orang yang sangat bawel kalau sudah menyangkut masalah kesehatan. Karena banyak sekali penyakit sekarang yang menyerang tidak mengenal usia, seperti penyakit tidak menular yang sudah banyak di derita oleh anak usia remaja duhh.. serem banget kan moms?? semoga moms dan keluarga selalu dilindungi Allah dan dijauhkan dari segala penyakit yaa.. Aamiin.

Ngomong-ngomong tentang penyakit tidak menular, moms sudah tau belum apa itu penyakit tidak menular ?Ternyata penyakit tidak menular itu bisa di cegah loh moms, tentu jika kita sudah mengenal lebih jauh tentang penyakit tidak menular, semakin kita mudah mengenali gejala penyakit tidak menular tersebut.

Apa itu Penyakit Tidak Menular ( PTM ) ?

Beberapa waktu lalu saya bersama rekan-rekan blogger berkesempatan hadir di ” Workshop Blogger Kesehatan, Cegah dan Kendalikan PTM ” dalam rangka memperingati Hari Tembakau Sedunia 2019 di Jakarta 18-19 Juni kemarin.

Penyakit tidak menular ( PTM ) adalah penyebab kematian terbanyak di Indonesia saat ini, hhmm..prihatin banget ya moms. Hal ini disebabkan terjadinya pola penyakit terkait dengan perilaku manusia, pada tahun 1990 penyebab terbesar kematian adalah penyakit menular seperti infeksi saluran pernafasan atas, tuberkulosis dan diare. Namun sejak tahun 2015 penyebab terbesar kematian adalah di dominasi oleh penyakit tidak menular yaitu tekanan darah tinggi, stroke, kenker, jantung dan diabetes melitus.

Perubahan fenomena ini terjadi akibat perilaku dalam menjalankan pola hidup sehat. Banyak orang mengantisipasi penyakit menular, namun mengabaikan perilaku yang berdampak pada munculnya penyakit tidak menular yang juga menyebabkan kematian.

Faktor Risiko Penyakit Tidak Menular ( PTM )

Segala sesuatu yang terjadi tentu ada penyebabnya, begitu juga dengan penyakit tidak menular ini. Jika faktor risikonya kita perbaiki tentu akan menekan kemungkinan kita terkena penyakit tidak menular. Karena 80% penyakit tidak menular disebabkan oleh perilaku yang tidak sehat, diantaranya:

Kurangngnya Aktifitas Fisik

Seperti yang disampaikan oleh salah satu narasumber yaitu Dr. Rita Ramayulis, DCN, M.Kes , aktifitas fisik adalah gerakan sehari hari untuk meningkatkan pengeluaran enargi. Di era sekarang ini yang semuanya serba digital tentu memiliki kelebihan dan kekurangan, salah satu kekurangannya adalah membuat kita kurang melakukan aktifitas fisik. Sekarang mau pesan makan saja kita gak perlu keluar rumah hanya dengan pesan lewat smartphone makanan yang kita inginkan sudah diantar sampai ke rumah. Mau beli baju atau kebutuhan rumah tangga tinggal buka aplikasi online shop, pilih barang, bayar dan sampai di rumah dengan tiduran saja tanpa harus cape-cape apa yang kita inginkan sudah diatar sampai ke rumah. Hayoo siapa yang kaya gini moms, ayo tunjuk tangan hehee πŸ™‚ Padahal kalau kita tahu, aktifitas fisik itu banyak banget loh manfaatnya diantaranya :

  • Mengendalikan berat badan
  • Mengendalikan tekanan darah
  • Menurunkan risiko keropos tulang (osteoporosis) pada wanita
  • Mencegah diabetes melitus ( kencung manis )
  • Meningkatkan daya tahan atau sistem kekebalan tubuh
  • Mengendalikan kadar kolesterol
  • memperbaiki kelenturan sendi dan kekuatan otot
  • Memperbaiki postur tubuh
  • Mengendalikan stress
  • Mengurangi kecemasan

Wah..ternyata manfaatnya banyak banget ya moms, yukk.. kita mulai rajin lakukan aktifitas fisik dimulai dari diri sendiri lalu mengajak orang-orang terdekat agar terhindar dari penyakit tidak menular, karena jika aktifitas fisik rendah atau kurang gerak dapat menyebabkan :

  • Energi yang diasup tidak dapat digunakan semua, akibatnya terjadi penumpukan energi dalam bentuk lemak
  • Penumpukan sel lemak juga bisa terjadi di pembuluh darah. akibatnya risiko penyakit jantung dan pembuluh darah
  • Massa tulang berkurang karena jarang digerakkan. Akibatnya risiko pengeroposan
  • Peningkatan hormon stress. Akibatnya gangguan psikologis

Kurangnya konsumsi buah dan sayur

Menurut data 93,5% penduduk di usia diatas 10 tahun kurang mengkonsumsi buah dan sayur (sumber : Riskesdas 2007 & Riskesdas 2013). Sedih banget ya moms dengernya, anak-anak di bawah 10 tahun aja sekarang banyak yang susah banget kalau di suruh makan buah dan sayur. Seperti si abang dirumah yang susah banget kalau di suruh makan sayur πŸ™ . Akibatnya jika konsumsi buah dan sayur rendah :

  • Tidak terpenuhi kebutuhan serat, vitamin dan mineral yang menyebabkan gangguan metabolisme dalam tubuh
  • Tidak terjadi pemutusan siklus enterohepatik (kolestrol akan dibunag bersama feses) yang menyebabkan risiko peningkatan kolesterol dalam pembuluh darah
  • Tidak terjadi kadar pengaturan glukosa darah yang menyebabkan risiko peningkatan kadar glukosa darah lalu hiperglikemia dan diabetes melitus
  • Tidak mengisi lambung dengan baik sehingga mudah merasa lapar sehingga risiko makan berlebih dan menyebabkan kegemukan
  • ketersediaan antioksidan didalam tubuh rendah sehingga tidak ada yang memerangi radikal bebas sehingga tubuh mudah mengalami stress oksidatif
  • Gerak peristaltik usus menjadi lambat sehingga menyebabkan risiko konstipasi atau pengeluaran zat sisa tidak maksimal
  • Makanan mikroflora usus tidak tersedia akibatnya terjadi ketidakseimbangan mikroflora usus yang menyebabkan penurunan imunitas tubuh

Ternyata semuanya itu berkaitan ya moms, jika melihat akibat dari kurangnya konsumsi buah dan sayur dapat menyebabkan beberapa penyakit tidak menular. Duhh.. jadi ngeri kan moms harus lebih giat lagi nih ngebujuk anak-anak supaya mau makan buah dan sayur. Aturan konsumsi untuk dewasa adalah sayur 3-4 porsi per hari dan buah 2-3 porsi per hari. Dr. Rita mengatakan bahwa konsumsi buah dan sayur tidak dapat untuk saling menggatikan , kandungan serat pada sayur lebih unggul pada umumnya tdd serat larut air dan tidak larut air, kandungan vitamin pada buah tinggi namun buah mengandung glukosa yang tinggi pula, mineral tertentu lebih tinggi daripada sayur. Yukk.. kita makan buah dan sayur lebih banyak lagi agar semakin sehat.

Alkohol

Sebanyak 4,6% penduduk diatas usia 10 tahun mengkonsumsi alkohol. Seperti yang kita ketahui mengkonsumsi alkohol berlebih sangat berbahaya bagi tubuh dan dapat menyebabkan kerusakan organ seperti jantung, ginjal serta otak.

Merokok

Sejak tahun 2013 prevalansi merokok pada remaja 10-18 tahun terus meningkat, saat ini tercatat 36,3% penduduk usia 15 tahun ke atas merokok. Padahal bahaya merokok sudah banyak diketahui oleh banyak orang. Merokok sudah terbukti menyebabkan penyakit kronis seperti Jantung koroner, kanker paru, penyakit paru obstruktif dan stroke. Bahkan bahaya merokok bagi kesehatan bukan hanya berlaku bagi perokok saja, bagi mereka yang berada di sekitar orang-orang yang merokok pun akan berisiko tinggi terkena efek rokok tersebut.

Seperti yang di sampaikan oleh Bapak Bagja Hidayat, penulis Media Tempo di Workshop Blogger Kesehatan kemarin, para blogger memiliki pengaruh besar dalam mengendalian rokok. Para blogger dapat menyampaikan bahaya tembakau atau rokok dengan teknik storytelling agar lebih mengena ke hati para perokok aktif.

Yuk..Cegah Penyakit Tidak Penular

Pemerintah melalui Kementerian Kesehatan telah melakukan upaya-upaya untuk pencegahan penyakit tidak menular ini dengan membuat program-program unggulan. Salah satunya dengan promosi kesehatan kampanye CERDIK dalam mengatasi penyakit tidak menular dan mengimplementasikan dalam kehidupan sehari-hari. Adapun kepanjangan dari CERDIK adalah :

Cek kondisi kesehatan secara berkala

Enyahkan asap rokok

Rajin aktifitas fisik

Diet dengan gizi seimbang

Istirahat yang cukup

Kelola stress dengan baik

Selain dengan perilaku CERDIK, penyakit tidak menular juga dapat di cegah dengan Gearakan Masyarakat Hidup Sehat atau GERMAS. Tujuan dari GERMAS ini agar masyarakat dapat berperilaku hidup sehat sehingga kesehatan terjaga, masyarakatpun semakin produktif, lingkungan sekitar pun menjadi bersih sehingga penyakit-penyakit pun enggan datang dan biaya berobat jadi semakin berkurang.

KUNJUNGAN KE PUSAT KANKER NASIONAL RS. KANKER “DHARMAIS”

Agenda di hari kedua workshop blogger kesehatan bersama Direktorat Pencegahan dan Pengendalian Penyakit Tidak Menular (P2PTM) Kementerian Kesehatan Republik Indonesia adalah melakukan kunjungan ke lima rumah sakit, yaitu RS. Kanker Dharmais, RS. Pusat Otak Nasional, RS. Persahabatan, RS. Cipto Mangunkusumo dan RS. Jantung Harapan Kita.

Kebetulan saya dan 8 teman blogger lainnya berkesempatan berkunjung ke RS. Kanker Dharmais. Tepat pukul 8 kami sudah berada di RS. Kanker Dharmais, kami disambut oleh Bapak Irwansyah salah satu perwakilan dari RS. Kanker Dharmais. Pertama kali menginjakan kaki di RS. Kanker Dharmais hati rasanya sedih sekali melihat banyak sekali pasien yang sedang berikhtiar menjeput kesembuhan, seketika saya merasa bersyukur. Alhamdulilah masih di berikan nik,mat sehat oleh Allah SWT, “Maka nikmat Tuhanmu yang manakan yang kamu dustakan”. Sepanjang berada di rumah sakit saya selalu berdoa semoga teman-teman yang sedang berikhtiar segera diberikan kesembuhan oleh Allah SWT, aamiin.

Sebagai Pusat kanker nasional, Rumah Sakit Kanker “Dharmais” terus mengembangkan diri untuk memberikan pelayanan yang berkualitas kepada masyarakat. Pembangunan rumah sakit dimulai pada bulam Mei 1991 dan selelsai pada tanggal 5 Juli 1993, kemudian diresmikan oleg Presiden Republik Indonesia H. M. Soeharto pada tanggal 30 Oktober 1993.

RS. Kanker “Dharmais” berlokasi di jalan Letjen S Parman Kavling 84 – 86 Slipi Jakarta Barat, menempati area seluas 3,7 hektar dengan kapasitas tempat tidur sebanyak 405 tempat tidur dan di dukung oleh 1612 sumber daya manuasia yang ahli dibidangnya. Rumah Sakit kanker “Dharmais” sebagai Pusat Kanker Nasional mempunyai ketrerpaduan pelayanan yang terintergerasi dan konprehensif dalam modalitas pengobatan kanker.

Tepat pukul 9 para blogger dan beberapa staf dari P2PTM Kementerian Kesehatan RI diajak ke ruang Direksi yang berada di lantai 7 RS. Kanker “Dharmais”. Disana kami disambut Presiden Direktur RS. Kanker “Dharmais” yaitu Prof. dr. H . Abdul Kadir, Ph. D, Sp. THT,KL(K)MARS dan tim. Dalam sambutannya beliau menyampaikan pesan Ibu Menteri Kesehatan RI melalui tim P2PTM Kementerian Kesehatan RI yang hadir agar penyakit kanker dapat dimasukkan ke dalam program utama pemerintah agar mendapat perhatian dan anggran khusus dari pemerintah. Karena penyakit kanker adalah penyakit tidak menular yang menelan pembiayaan tertinggi no.2 di Indonesia.

Pak Direktur juga menyarankan agar penyakit penyakit kanker seharusnya tidak mengikuti sistem pengobatan berjenjang seperti penyakit lainnya, karena jika mengikuti sistem pengobatan berjenjang banyak sekali pasien penderita kanker yang akhirnya sudah stadium lanjut berobat ke RS. Kanker “Dharmais”.

Sekilas Tentang Kanker

Kanker adalah penyakit akibat pertumbuhan tidak normal sel-sel jaringan tubuh yang berubah menjadi sel kanker. Kanker dapat menyerang seluruh bagian tubuh dan tidak mengenal usia. Penemuan kasus dini dan penanganan yang cepat dan tepat dapat memberikan peluang kesembuhan yang besar sekaligus dapat mengendalikan kematian akibat kanker di Indonesia. Kanker payudara dan kanker serviks menempati urutan teratas dari data kanker terbanyak di RS. kanker “Dharmais” maupun di Indonesia.

Kanker Payudara

Setelah sambutan dari Presiden Direktur, para blogger dan tim dari P2PTM Kemenkes RI mendapat materi tentang “Breast Cancer Awarness” yang disampaikan oleh DR. dr. Denni Joko B(K)Onk, MM. Berdasarkan data statistik yang ada, 1 dari 8 wanita mengalami kanker payudara. Kanker Payudara terjadi ketika sel-sel normal pada payudara mulai berubah dan berkembang di luar kontrol. sel-sel ini membelah secara cepat dibandingkan sel normal dan terus terakumulasi membentuk benjolan atau massa. Sel-sel kanker ini dapat menyebar (metastase) ke kelenjar getah bening atau bagian lain pada tubuh.

Gejala Kanker Payudara

Segera konsultasikan ke dokter jika mengalami gejala-gejala sebagai berikut :

  1. Teraba ada benjolan di payudara
  2. Terjadi penebalan pada permukaan kulit di area payudara
  3. Perubahan ukuran, bentuk atau penampakan pada payudara
  4. Perubahan pada puting (puting melesak kedalam) disertai rasa nyeri
  5. Keluar cairan tidak normal atau darah dari puting
  6. Kemerahan pada kulit payudara dan kulit berkerut seperti kulit jeruk
  7. teraba benjolan di bawah ketiak

Risiko Faktor kanker Payudara

Penyebab pasti dari kanker payudara memang belum diketahui, tetapi ada beberapa faktor risiko untuk terjadinya kanker payudara , yaitu:

  1. Mendapat haid awal (kurang dari 12 tahun) dan menoupause lambat
  2. Tidak pernah melahirkan anak
  3. Melahirkan anak pertama usia >30 tahun
  4. Tidak pernah menyusui anak
  5. Riwayat keluarga ada yang menderita kanker payudara
  6. penggunaan terapi hormonal (KB, pil, suntuk, implant) dalam jangka waktu yang lama
  7. Penah melakukan operasi payudara yang disebabkan oleh kelainan jinak atau tumor ganas payudara

Deteksi Dini Kanker Payudara

Kanker payudara pada tahap awal tidak menimbulkan gejala apapun, namun bersamaan dengan berkembangnya penyakit akan timbul gejala yang menyebabkan perubahan pada payudara. Oleh karena itu dianjurkan untuk melakukan deteksi dini secara rutin. Hal yang bisa kita lakukan, diantaranya :

  1. SADARI ( Pemeriksaan Payudara Sendiri )

Setiap wanita dianjurkan untuk melakukan SADARI secara teratur sebulan sekali setelah haid dan bagi yang telah menopuse hendaknya dilakukan pada tanggal tertentu yang mudah diingat di setiap bulannya. Cukup dengan waktu 7 menit untuk periksa payudara sendiri dengan langkah berikut :

2. SADANIS ( Pemeriksaan Payudara Secara Klinis ) ke dokter secara rutin

Pemeriksaan dilakukan oleh dokter yang terlatih sekurang-kurangnya 3 tahun sekali atau apabila ditemukan adanya kelainan saat melakukan SADARI.

3. Pemeriksaan Menggunakan USG Payudara

USG payudara dilakukan untuk wanita yang usianya di abwah 35 tahun, wanita hamil, dan menyusui. Dengan USG peyudara dapat membedakan benjolan padat atau kista. USH payudara dapat membantu mammografi dalam menilai payudara yang sangat padat.

4. Mammografi

Pemeriksaan skrining menggunakan mammografi dapat dilakukan pada wanita usia di atas 35 tahun dan wanita dengan faktor risikp tinggi. Mammografi dapat diulang 2- 3 tahun, setelah usia 50 tahun diulang setiap tahun. Mammografi sebaiknya dilakukan pada hari ke 7-10 dari hari pertama masa menstruasi, karena pada massa ini akan mengurangi rasa tidak nyaman pada wanita pada waktu melakukan penekanan alat mammografi dan juga kan memberikan hasil yang optimal. Jangan khawatir moms tes mammografi ini katanya tidak nyeri dan memiliki radiasi yang sangat minimal.

Terapi Pada Kanker Payudara

Penanganan kanker payudara tergantung pada stadium klinis. Stadium klinis ditentukan oleh :

  • Pemeriksaan fisik
  • Pemeriksaan penunjang (mammografi, usg, x-ray)
  • Pemeriksaan patologi anatomi
  • Penemuan intraoperative (ukuran tumor primer, invasi dinding dada, dll)

Stadium patologi adalah kombinasi dari stadium klinis dan temuan pemeriksaan patologi.

Jenis Terapi

  • Operasi
  • kemoterapi
  • Hormonal terapi
  • Radioterapi

Instalasi Deteksi Dini Kanker RS. Kanker “Dharmais”

Setelah mendengarkan memaparan dari dr. Denni tentang Breast Cancer, kami diajak untuk mengunjungi salah satu fasilitas yang ada di RS. Kanker “Dharmais” yaitu Instalasi Deteksi Dini Kanker ditemani oleh dr. Martha. Instalasi Deteksi Dini merupakan bagian intergral dari pelayanan RS. Kanker “Dharmais” yang secara langsung memberikan pelayanan berupa poliklinik Deteksi Dini Kanker, Klinik edukasi-pusat Studi Genetik Sindroma Kanker, dan Deteksi Dini Kanker “mobile“.

Poliklinik deteksi dini kanker beroperasi setiap hari kerja 5 hari dalam seminggu, mulai pukul 08.00 sampai 14.00. Melayai pasien pribadi dengan kekhususan deteksi dini kanker pada setiap paket-paketnya dengan harga yang terjangkau. Tim dokter dan perawat di Instalasi deteksi dini kanker RS. Kanker “Dharmais” mayoritas perempuan hal ini bertujuan agar pasien merasa nyaman dalam melakukan pemeriksaan.

Sedangkan pelayanan klinik edukasi beroperasi setiap hari kerja , 5 hari dalam seminggu. Mulai pukul 10.00 sampai 14.00 dengan memberikan pelayan “gratis” kepada pengunjung yang ingin mendapatkan edukasi serta informasi masalah seputar kanker, disediakan juga edukasi perorangan maupun kelompok dengan narasumber yang kompeten.

Selain itu RS. Kanker “Dharmais” juga memiliki Unit Mobil Mammografi yang pertama dan satu-satunya di Indonesia. pelayanan Unit Mobil Mammografi ini bertujuan agar kelompok masyarakat yang takut atau tidak sempat datang ke RS. Kanker “Dharmais” dapat terlayani dan diberikan edukasi sebelum pelayanan di mulai.

Bekerja sama dengan Yayasan Kanker Payudara Indonesia (YKPI), Unit Mobil Mammografi ini setiap hari berkeliling ke puskesmas-puskesmas yang ada di Jabodetabek untuk memberikan pelayanan dan penyuluhan. Setiap hari ada 50 orang yang diberikan test Mammografi secara GRATIS , jika setelah test ada yang terdektesi kanker akan langsung di rujuk ke RS. Kanker “Dharmais”.

Strategi Konten Di Media Sosial

Setelah melakukan kunjungan ke RS. Kanker “Dharmais”, para blogger dan tim P2PTM Kemenkes RI kembali ke Gedung Adhyatma Kementerian kesehatan yang terletak di Kuningan, Jakarta.

Sebelum memulai workshopnya, para peserta terlebih dahulu makan siang dan melaksakan solah dzuhur. Tepat pukul 13.30 workshop pun dimulai. Pembicara kali ini adalah Dr. Rulli Nasrullah, Msi , atau sapaan akrabnya adalah kang Arul. Beliau sudah gak asing lagi buat para blogger.

Pembawaannya yang enerjik bikin workshop menjadi ramai dan buat peserta gak ngantuk walaupun habis makan siang πŸ™‚ . Kang Arul mengatakan bahwa setiap orang di berikan kemampuan untuk mewujudkan kreativitas, termasuk dalam bentuk tulisan karena tidak ada satupun di dunia ini yang ” baru ” yang ada hanya menulis ulang.

3 Fungsi Konten Blogger Di Media Sosial

  1. Fungsi Kehumasan , Konten yang dibangun menciptakan kepercayaan netizen
  2. Fungsi Periklanan, Konten yang berfokus pada pemberitahuan penting bagi netizen
  3. Fungsi Pemasaran, Konten yang mengajak netizen untuk memutuskan sesuatu

Konten yang baik bukan hanya konten yang berkualitas, tetapi juga dapat mempengaruhi para pembacanya. Oleh karena itu agar dapat memperngaruhi pembaca, konen yang kita buat juga harus mudah di temukan di msein pencari atau google. agar dapat terbaca google dengan baik, sebaiknya konten yang kita buat memiliki kata kunci khusus.

Begitupun dengan media sosial, instagram misalnya. Untuk menaikkan engagement postingan kita harus disertakan hastag atau tagar. Dengan memakai hastag atau tagar yang populer memungkinkan postingan kita dilihat oleh lebih banyak orang. Tagar dapat di taruh di awal, tengan dan akhir sebuah konten. Sebaiknya jadwal posting pun harus diperhatikan, gak sembarangan asal posting. Sebaiknya postinglah di jam-jam di mana orang banyak berinteraksi dengan smartphone, misalnya ketika jam makan siang, jam pulang kantor.

Alhamdulilah..beruntung banget bisa ikutan workshop blogger kesehatan bareng Blogger Crony yang bekerja sama dengan Kementerian Kesehatan. Banyak sekali ilmu selama 2 hari mengikuti workshop, pastinya ilmu teneang penyakit tidak menular menjadi semakin bertambah dan semoga bisa memberikan edukasi juga ke orang-orang terdekat agar terhindar dari penyakit tidak menular karena penyakit tidak menular itu dapat di cegat ya moms. untuk moms yang ingin mendapatkan informasi lebih lanjut tentang penyakit tidak menular dapat mengunjungi akun media sosial Direktorat P2PTM Kementerian Kesehatan RI.

Website : www.p2ptm.kemkes.go.id

Instagram : www.twitter.com/p2ptmkemenkesri

Twitter : www.intagram.com/p2ptmkemenkesRI

semoga informasinya bermanfaat ya moms,,

Wassalamualaikum..

Comments (1)

  • adi pradana

    3 July 2019 at 11:15 am

    Asik banget bisa mengenal RS Dharmais, saya yang selama ini jadi registrar kanker belum pernah mengunjungi rs khusus kanker itu….

Leave a comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Prev Post Next Post
error: Content is protected !!