Tips Merencanakan Pendidikan Anak Sejak Dini

3 April 2020PapiBunda

Seperti kita ketehui bersama, biaya pendidikan setiap tahun naik. Besarannya sekitar 10%. Kita sebagai orangtua perlu menyiapkan dana pendidikan anak, mulai dari tingkat PAUD, TK, SD, SMP, SMA, hingga jenjang kuliah. Dan kebutuhan biayanya tidak sedikit.

Menyiapkan dana pendidikan dapat kita lakukan dengan berbagai cara, seperti membuka tabungan pendidikan, asuransi pendidikan, tabungan berjangka, deposito, atau bisa juga lewat investasi. Namun pada umumnya, masyarakat lebih cenderung mengajukan tabungan pendidikan atau asuransi pendidikan.

Agar perencanaan dana pendidikan anak kita dapat dilakukan dengan tepat, berikut 5 langkah sederhana yang dapat diterapkan bersama pasangan untuk mempersiapkan dana pendidikan :

  1. Menentukan Sekolah Yang Diinginkan

Langkah pertama dalam merencanakan anggaran pendidikan anak adalah mencari informasi detail mengenai keunggulan dan kekurangan dari sekolah negeri, swasta, dan internasional. Kemudian, buat pertimbangan dan tentukan jenis sekolah yang terbaik menurut kita sebagai orang tua. Jika kita berencana untuk mendaftarkan anak pada program home schooling, hal yang perlu kita ketahui adalah sistem pendidikannya. Selain itu, pertimbangkan pula kesanggupan kita dalam membiayai program tersebut.

Pastinya biayanya lebih mahal ketimbang sekolah umum. Jangan sampai program home schooling terlalu membebani kondisi keuangan keluarga atau bahkan membuat proses pendidikan anak terhenti. Setelah menentukan jenis sekolah, hal berikutnya yang harus kita lakukan yaitu mencari beberapa opsi institusinya. Kita dapat menyusun alternatif tersebut, baik dari segi akreditasi, sarana-prasarana, maupun jarak serta waktu tempuh dari tempat tinggal.

  1. Lakukan Riset Mengenai Perkiraan Biaya

Dalam membuat rencana dana pendidikan anak, lakukan riset sederhana mengenai biaya pendidikan. Setelah menentukan beberapa opsi sekolah yang akan dipilih, kita perlu mencari informasi mengenai biaya sekolah di institusi tersebut.

Poin-poin yang perlu kita ketahui, yaitu uang pangkal, uang bulanan atau SPP, seragam, buku, dan biaya lainnya, seperti ongkos transportasi dan ekstrakurikuler. Setelah mendapatkan hasil riset yang cukup akurat, bandingkan antara biaya yang harus kita keluarkan dengan sarana-prasarana yang akan diperoleh si anak.

Dari hasil perbandingan itulah, kita bisa mengambil keputusan mengenai sekolah mana yang terbaik untuk anak. Hal penting lainnya adalah mengkalkulasi perkiraan biaya pendidikan pada tahun di mana anak Anda memasuki sekolah tersebut.

  1. Evaluasi Keuangan

Tahap selanjutnya dalam perencanaan dana pendidikan anak, yaitu evaluasi keuangan kita. Berapa pendapatan kita setiap bulan, dan berapa uang yang harus disisihkan dari gaji untuk dana pendidikan.

Pastikan porsinya sesuai dengan kondisi finansial kita. Jangan sampai mengganggu pengeluaran pokok lain, seperti sewa rumah, bayar cicilan utang, dana darurat, investasi, dan lainnya.

  1. Pilih Asuransi atau Tabungan Pendidikan ?

Upaya mempermudah rencana pendidikan anak adalah dengan mendaftar produk simpanan tabungan atau asuransi pendidikan. Ingat, tabungan pendidikan dan asuransi pendidikan berbeda.

Tabungan pendidikan merupakan tabungan berjangka yang telah dijamin oleh Lembaga Penjamin Simpanan (LPS). Jika memilih tabungan pendidikan, maka kita wajib menyetor nominal tertentu setiap bulan hingga waktu jatuh tempo.

Tak perlu khawatir bila bank bangkrut atau dilikuidasi, karena simpanan dengan nilai maksimal Rp2 miliar dijamin LPS. Jadi dana kita tetap aman. Sementara asuransi pendidikan adalah gabungan dari tabungan dengan asuransi jiwa berjangka. Setoran dana akan menjadi jaminan untuk pendidikan anak. Namun, jika terjadi kasus, di mana orangtua meninggal, pendidikan anak akan tetap terjamin.

  1. Investasi

Mau yang tidak biasa? Kita dapat mencoba berinvestasi untuk mengumpulkan dana pendidikan anak. Produk investasi yang bisa dijajal, antara lain investasi emas atau logam mulia, surat utang negara (ORI, sukuk ritel), produk reksadana (reksadana campuran dan reksadana saham).

Dari kegiatan investasi, kita akan memperoleh imbal hasil setiap bulan atau per tahun. Tentu saja kalau mau untung maksimal, investasi dilakukan dalam jangka panjang, yakni 3-5 tahun. Baru deh keuntungan akan terasa. Apalagi imbal hasil investasi biasanya lebih tinggi dibanding suku bunga tabungan. Bahkan investasi pada produk reksadana dapat memberikan return hingga 20% lebih. Jauh melampaui inflasi yang berkisar 3-5% per tahun. Dapat mengimbangi pula kenaikan biaya pendidikan yang rata-rata mencapai 10% setiap tahun.

Dana Siap, Pendidikan Lancar

Pendidikan sangat penting bagi masa depan anak. Jangan kita korbankan pendidikan anak karena keterbatasan dana. Untuk itu, mulai persiapkan dari sekarang agar tidak terlalu membebani keuangan kita di waktu yang akan datang. Kalau dana tersedia, pendidikan anak lancar hingga mengenyam bangku kuliah sehingga akan menghasilkan masa depan yang lebih baik lagi.

Leave a comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Prev Post Next Post
error: Content is protected !!