Categories
Diary, Techno

Pada zaman sekarang, dimana perkembangan digitalisasi sudah masuk ke dalam aspek yang terkecil dalam hidup manusia. Sebagai contoh ekosistem di dalam aplikasi online sangat membantu manusia mulai dari memesan makanan, membayar listrik, membayar pajak, bahkan mencari jodoh. Perkembangan ini sangat memudahkan manusia seakan-akan “seluruh” dunia berada di dalam jangkauan manusia.

Namun perkembangan teknologi tidak berhenti hanya menciptakan ekosistem, melainkan juga mengembangkan eksistensi dunia digital seperti Artificial Intelligence, robot, dan avatar. Lalu jika itu sudah tersedia, maka akan muncul kembali pertanyaan tentang keberadaan manusia.

Perkembangan sistem teknologi yang terus maju seiring waktu, menyebabkan terjadinya berbagai macam perubahan pada kehidupan kita. Adapun perubahan-perubahan tersebut bukan hanya terjadi di kehidupan sehari-hari kita, tetapi dunia bisnis juga merasakan dampaknya. Dengan adanya perkembangan sistem teknologi, tentunya diharapkan untuk membantu manusia dalam mengerjakan sesuatu.

Pada era yang serba modern ini, atau bisa dibilang bahwa kita berada di “the digital age”, kita dituntut untuk “melek” akan setiap perkembangan teknologi yang terjadi agar kita dapat memanfaatkannya dikeseharian kita semaksimal mungkin. Belakangan ini telah terjadi perbincangan hangat di dunia digital. Istilah “Metaverse” mengudara di internet dan hampir semua orang membicarakan Metaverse dan segala potensi yang diberikan untuk kehidupan manusia.

Metaverse adalah ruang virtual yang diciptakan sebagai versi digital dari berbagai aspek yang ada di dunia nyata, baik itu interaksi antara manusia maupun fungsi ekonomi. Di Metaverse, pengguna dapat melakukan kegiatan apa saja dalam bentuk virtual seperti berkumpul atau mengadakan rapat, bermain, bekerja, dan lain sebagainya.

Metaverse semakin populer saat dunia sedang dilanda pandemik Covid-19, dimana banyak orang akhirnya harus bekerja secara daring. Metaverse menawarkan sebuah terobosan agar seorang pekerja masih tetap masuk kerja bahkan mengikuti rapat walaupun secara fisik berada di rumah. Namun, metaverse bukan hanya manusia yang masuk dalam dunia digital, tetapi juga menghadirkan digital ke dunia sekarang.

Metaverse mungkin baru akan berfungsi secara penuh dalam beberapa dekade mendatang. Selain teknologi utamanya yang masih belum terlalu mainstream, banyak pula pertanyaan yang menyelimutinya. Tetapi ada momentum yang mendorongnya, terutama pandemi COVID-19 yang telah mempercepat perkembangan metaverse. Upaya digitalisasi global mendapat dorongan besar setelah krisis kesehatan global itu membuat jutaan orang harus bekerja dari rumah.

Para visioner metaverse memprediksi bahwa di masa depan akan ada alam semesta virtual di mana seseorang dapat bergerak bebas di antara berbagai jenis dunia digital. Pengguna bahkan dapat mempertahankan identitas virtual yang sama dalam bentuk avatar digital untuk mengarungi dunia digital tersebut.

Tak ingin ketinggalan dengan semakin maraknya metaverse Bridge In Gain turut serta meramaikan dunia metaverse. Bridge In Gain merupakan sebuah dunia video game yang berbasis metaverse, dimana setiap elemen yang ada di Bridge In Gain adalah aset yang memiliki nilai ekonomi berupa NFT, permainan di dalam Bridge In Gain di sajikan dalam bentuk utopia maupun dystopia (open world) dengan berbagai macam genre permainan.

Bridge In Gain menghadirkan beberapa fitur yang mengakomodir para pelaku usaha dari berbagai bidang khususnya pelaku UMKM di Indonesia yang diakomodir melalui fitur Big Tenant berupa fitur toko perbelanjaan virtual yang terintegrasi dengan dunia nyata termasuk ekpedisi pengirimannya dapat di tracking melalui akun yang dimilki para pengguna Bridge In Gain.

Bridge In Gain akan melakukan beta test pada bulan Juni 2022, ayo kita sama-sama mencoba Bridge In Gain Metaverse dan menggunakannya secara efektif agar bisa menghasilkan hal yang bermanfaat untuk kita semuanya.

7 replies on “Alam Semesta Virtual Bridge In Gain Metaverse”

kemajuan teknologi memang sangat pesat sekali terlebih sekarang perkembangan metaverse sebagai dunia lain yang mesti diikuti agar kita tidak ketinggalan dengan perkembanganya

Fenni Bungsusays:

Sesuatu nih metaverse ini, walau daku belum mencoba, baru ceki-ceki aja kayaknya makin simple jadinya

Leave a Reply

Your email address will not be published.

mama daring

komunitas sahabat blogger

kumpulan emak blogger