Kenali Tanda-Tanda Fimosis Pada Bayi Dan Cara Penanganannya

29 May 2019PapiBunda

Fimosis pada bayi adalah kondisi dimana kulup dapat melekat pada bagian kepala penis, dan tidak bisa ditarik kembali dari ujung kepala penis. Kondisi seperti ini umumnya terjadi pada bayi atau anak-anak yang belum sunat. Namun ada pula beberapa kasus fimosis pada bayi yang dapat berlanjut hingga di masa kanak-kanan dan pubertas. Tentunya kondisi ini jika tidak segera mendapatkan perawatan dokter dapat menyebabkan gangguan kesehatan. Meskipun pada beberapa kasus, seiring dengan perkembangan pada tubuh anak, di bagian kulup dapat menjadi lebih longgar sehingga dapat ditarik. Umumnya pelekatan ini bisa terpisah alami saat anak menginjak usia 5-7 tahun ataupun saat mengalami pubertas. Namun ini tak terjadi pada semua kasus, pada sebagian besar lainnya, ada yang menetap dan sampai menyebabkan gangguan.

Fimosis yang terjadi pada bayi adalah kondisi bawaan lahir. Namun fimosis juga dapat disebabkan karena adanya ibfeksi yang terjadi pada kulit depan penis maupun trauma/benturan. Meskipun sebagian besar kasus tak membutuhkan perawatan khusus, namun perlu diperhatikan jika hindari untuk menarik paksa pelekatan yang terjadi pada kulup dan kepala penis, ini akan menyebabkan resiko luka pada kulup bayi. Secara umum, sebenarnya fimosis adalah kondisi yang tak perlu dikhawatirkan. Yang terpenting sebagai orang tua, anda haruslah selalu membersihkan bagian penis bayi secara teratur. Basuh saja secara perlahan menggunakan air hangat setiap harinya ketika waktu mandi. Hindari pula menggunakan bedak dan sabun dengan kandungan pewangi sehingga penis anak tidak mengalami iritasi. Namun meskipun begitu, orang tua juga tidak boleh meremehkan, sebab bisa jadi muncul gangguan serius yang menyebabkan berbagai gejala seperti nyeri, bengkak, kemerahan, hingga peradangan. Karena itulah penting bagi orang tua untuk mengetahui tanda-tanda serta cara penanganan yang terbaik untuk fimosis pada anak.

Gejala Fimosis Pada Anak

Salah satu gejala yang paling terlihat dari fimosis pada bayi adalah saat anak mengalami kesakitan ketika buang air kecil. Tanda lainnya yang juga akan terlihat antara lain adalah:

  • Ujung kulit penis mengerut, tidak bisa ditarik ke pangkal saat akan dibersihkan
  • Anak mengejan ketika buang air kecil dikarenakan muara saluran kencing yang ada di bagian ujung penis tertutup. Biasanya anak akan menangis dan bagian ujung penis tampak menggembung
  • Air seni tidak keluar dengan lancar, kadang menetes, kadang pula memancar ke arah yang tidak diduga
  • Anak menangis setiap kali akan buang air kecil, bahkan terkadang disertai dengan demam akibat terjadinya infeksi

Jika gejala-gejala diatas terjadi pada anak anda, maka segera bawa ke dokter. Jangan sesekali memaksa membuka kulup dengan paksaan ataupun menariknya ke arah pangkal penis. Tindakan ini bisa berbahaya dan menyebabkan pembengkakan hebat.

Perawatan Fimosis Pada Anak

Sebagai orang tua, anda tak hanya perlu mengkonsultasikannya ke dokter saja. Perlu dilakukan tindakan perawatan sehari hari di rumah agar kondisi fimosis tidak semakin parah.

  • Jangan mencoba membuka kulup apalagi hingga menariknya
  • Biasakan untuk anak mandi hingga bersih, jangan ada sisa sabun yang melekat bahkan di bagian kepala penis
  • Setelah mandi, keringkan tubuh anak secara menyeluruh termasuk bagian penis anak
  • Jika masih bayi, jangan sampai terlambat untuk menggantu popok
  • Bersihkan penis anak dan keringkan sebelum anda mengganti popoknya sehingga tidak menyebbakan resiko infeksi

Cara Mengatasi Fimosis Pada Anak

Pada bayi yang mengalami fimosis, dokter biasanya akan melakukan pemeriksaan menyeluruh dan menilai gejala-gejala yang dialami oleh bayi. Dan nantinya dokter akan memberikan penanganan yang tepat sesuai dengan kondisi yang dialami oleh anak. Untuk langkah pengobatan yang mungkin saja akan diberikan dokter adalah:

  1. Krim Kortikosteroid

Dokter bisa menyarangkan pemberian krim kortikosteroid sebagai bentuk pengobatan dari fimosis. Krim kortikosteroid ini dapat dioleskan pada bagian ujung kulit kepala penis. Pengobatan ini bisa dilakukan 3 kali sehari dalam jangka 1 bulan. Pemberian krim ini bertujuan untuk membantu mengendurkan kulit pada kepala penis

  1. Pelebaran (Dilatasi)

Dokter juga biasanya akan mencoba untuk melebarkan bagian kulup yang melekat. Pelebaran atau dilatasi ini sangat mudah, hanya dilakukan sekitar 5 menit dan tidak membutuhkan anestesi.

  1. Melakukan Sunat

Jika pengobatan diatas gagal, maka cara pengobatan ini mungkin menjadi jalan keluarnya. Pengobatan lainnya yang mungkin akan dilakukan dokter adalah dengan melakukan sunat. Sunat dianggap sebagai cara pengobatan fimosis pada bayi yang terbaik. Aalagi jika fimosisnya menetap hingga terjadi infeksi. Dan untuk melakukan sunat dibutuhkan anestesi atau pembiusan. Namun pastikan untuk berkonsultasi kepada dokter tentang operasi sunat untuk bayi. Mulai dari resiko, metode, hingga kapan waktu terbaik untuk sunat.

Kondisi fimosis yang terjadi pada bayi, bisa diatas dengan cara yang tepat. Dan untuk penanganan fimosis pada bayi tentunya bebreda dengan penanganan fimosis yang terjadi ketika mas apubertas. Untuk itulah konsultasi dengan dokter terlebih dahulu agar anda mendapatkan penanganan yang tepat. Nah itu tadi penjelasan fimosis yang dapat terjadi pada bayi laki-laki yang perlu diketahui bagi setiap orang tua. Semoga informasi diatas dapat bermanfaat untuk anda.

Leave a comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Prev Post Next Post
error: Content is protected !!
%d bloggers like this: