Segarnya Bir Pletok Yang Tak Memabukkan

6 October 2019PapiBunda

Menikmati munuman yang menyegarkan memang menjadi hal yang paling menyenangkan terlebih panasnya terik matahari membuat kita selalu mencari minuman yang dapat memuaskan dahaga kita, salah satu minuman yang menyegarkan adalah bir pletok, segarnya bir pletok yang tak memabukkan justru malah menyehatkan tubuh kita jika mengkonsumsinya dengan teratur.

Banyak yang belum tahu asal usul bir pletok. Selain tidak mengandung alkohol, minuman tradisional ini ternyata punya banyak manfaat. Bir pletok jadi salah satu minuman tradisional khas Betawi yang punya beragam manfaat. Meski menyandang kata ‘bir’, bir pletok tidak mengandung alkohol.

Bir pletok justru terbuat dari lada, jahe, dan kulit kayu secang. Kulit kayu secang inilah yang membuat bir pletok berwarna merah. Minuman ini awalnya diracik lantaran dahulu banyak orang Betawi yang melihat kebiasaan warga Belanda di Indonesia. Warga Belanda selalu mengonsumsi wine di dalam sebuah perayaan.

Karena itu, orang Betawi juga ingin mengonsumsi minuman serupa saat ada perayaan khusus. Tapi karena minuman beralkohol masuk kategori minuman yang dilarang agama, orang Betawi membuat ‘wine’ dari racikan rempah-rempah di atas.Karena itu, orang Betawi juga ingin mengonsumsi minuman serupa saat ada perayaan khusus. Tapi karena minuman beralkohol masuk kategori minuman yang dilarang agama, orang Betawi membuat ‘wine’ dari racikan rempah-rempah di atas.

Menurut sumber lain, jika merujuk pada suku kata minuman ini, maka ada dua kata di sana. Ada bir dan ada pletok. Untuk bir sendiri, ternyata ini tidak dimaknai sebagi minuman beralkohol, tetapi bi’run yang artinya abyar atau sumber mata air. Sedangkan, kata pletok artinya ada tiga; yaitu dibuat dari bambu, ditaruh di teko, atau dikocok yang mana itu menimbulkan bunyi yang terdengar ‘pletok’.

Bir pletok punya banyak khasiat. Beberapa diantaranya, memperlancar peredaran darah, mengatasi nyeri lambung, memulihkan radang sendi mengobati migran hingga menghangatkan badan. Bir pletok juga aman dikonsumsi oleh anak-anak hingga orang dewasa. Penyajian bir pletok juga bisa disesuaikan dengan selera. Bisa disajikan hangat ataupun dingin. Rasanya terbilang unik ada manis, hangat dan sedikit pedas tapi aromanya semerbak wangi.

Bahan Baku

Racikan rasa khas bir pletok lahir dari 11 macam rempah yang ada di dalam satu gelas minuman bernama bir pletok. Terkesan sulit untuk dibuat ketika kamu mencicipi minuman ini, nyatanya mudah banget untuk dibuat. Kamu hanya cukup menyiapkan beberapa rempah di bawah ini seperti (menghasilkan porsi sebanyak 6 liter)

  • Jahe 250 gram
  • Cengkeh 3 gram
  • Biji pala 3 gram
  • Lada 3 gram
  • Sereh 3 gram
  • Kapulaga 3 gram
  • Kayu manis 30 gram
  • Daun pandan tujuh lembar
  • Daun jeruk enam lembar
  • Gula manis satu kilogram
Nah, setelah semua bahan telah kamu siapkan, kamu cukup memerlukan sedikit peralatan masak saja. Cukup keahlianmu menghancurkan rempah-rempah yang patut diuji pada resep ini. Biasanya tingkat kehalusan perpaduan rempah tersebut akan memengaruhi rasa dari bir pletok.
 Cara Membuat
Pertama-tama, kamu harus menyiapkan jahe, biji pala, lada, kapulaga, dan sereh yang telah digeprek hingga pecah atau hancur. Selanjutnya, masukkanlah ke dalam panci yang sudah berisi air dan dipanaskan menggunakan api sedang. Jangan terlalu kecil dan juga jangan terlalu besar tekanan apinya ya. Tahap selanjutnya, masukkan rempah lainnya mulai dari daun pandan, daun jeruk, cengkeh, dan kayu manis. Ketika kamu mulai mengaduk-aduk, masukkan juga gula sesuai seleramu. Tentukan rasa manis sesuai keinginanmu.
Oh iya, satu rempah yang belum dimasukkan ialah kayu secang. Kayu secang sendiri berfungsi untuk pewarnaan. Semakin banyak semakin merah, tentu dengan kualitas secang yang bagus. Pilihlah sacang yang wangi dan masih baru. Ya, sebab memengaruhi kualitas rasa lho. Setelah mendidih, tutup panci dan diamkan selama 20-25 menit dalam keadaan kompor menyala. Setelah mendidih, bir pletok pun siap dihidangkan. Bisa dinikmati selagi hangat maupun didinginkan terlebih dahulu.

Leave a comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Prev Post Next Post
error: Content is protected !!